Anggota DPR Soroti Beban Berat Industri Sulsel Akibat Biaya Operasional Meningkat
Legislator Komisi VII DPR RI menyoroti tekanan ekonomi terhadap pelaku industri di Sulawesi Selatan akibat kenaikan biaya operasional dan penurunan pendapatan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kondisi sulit yang dihadapi pelaku industri di Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius anggota Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja reses bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait. Ia menyampaikan bahwa para pengusaha kini berada dalam tekanan ekstrem, dipicu oleh beban pajak yang tinggi, penurunan pendapatan, serta gangguan distribusi bahan bakar minyak solar yang berdampak langsung pada operasional produksi.
Keterbatasan pasokan solar di lapangan, ditambah dengan kenaikan harga yang signifikan, menyulitkan perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok. Sektor jasa logistik dan pabrik-pabrik yang bergantung pada energi tersebut mengalami penurunan efisiensi, bahkan mengancam kelangsungan usaha. Kondisi ini diperparah karena daya beli masyarakat yang terus melemah, sehingga sulit bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga produk secara signifikan.
"Perusahaan tidak bisa menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat tidak bisa dipaksa," tegas anggota DPR tersebut, menekankan bahwa peningkatan biaya operasional tidak sejalan dengan kemampuan pasar menyerap kenaikan harga. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya lokal, melainkan memerlukan kebijakan strategis dari tingkat nasional untuk menjaga keberlanjutan industri di wilayah timur Indonesia.
Melalui kunjungan reses ini, Komisi VII DPR RI berkomitmen untuk mengangkat temuan lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam proses legislasi, pengawasan, dan alokasi anggaran APBN. Tujuannya adalah menciptakan iklim usaha yang lebih adil, sehat, dan mampu bersaing, khususnya bagi sektor industri di Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia Timur secara umum.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Peringatan Hari Desa 2027 Dicanangkan untuk Bangkitkan Ekonomi Desa
Peringatan Hari Desa Nasional 2027 digelar sebagai momentum penguatan ekonomi, pemanfaatan potensi lokal, dan penguatan semangat gotong royong di tingkat desa melalui berbagai lomba dan kegiatan nasional.
11 Oktober 2026

Penerimaan Pajak 2026 Dorong Perbaikan Fiskal Nasional
Peningkatan signifikan penerimaan perpajakan hingga Agustus 2026 mendorong penurunan defisit anggaran dan penguatan struktur fiskal nasional.
11 Oktober 2026

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia
BRI berhasil mempertahankan posisi sebagai merek paling bernilai di Indonesia dengan nilai mencapai USD6,9 miliar menurut laporan Brand Finance 2026.
11 Oktober 2026

Kerja Sama Rp10 Triliun Tandai Perluasan Investasi China di Sektor Hijau
Tiran Nusantara Grup dan Conch Investment Holdings resmi menandatangani kerja sama senilai Rp10 triliun untuk pengembangan industri manufaktur dan energi hijau di Tiongkok.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Evaluasi Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, Dishub Libatkan Ahli
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Aries Syahbudin Resmi Jabat Kakorlantas Gantikan Wibowo
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Modifikasi Hiace Mewah dalam 12 Jam, Teknologi Plug and Play Jadi Kunci
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.50 WITA

Kapolri Mutasi Wakabaintelkam, Anom Setyadji Jabat Pengganti
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.49 WITA

Bupati Morowali Hentikan Sementara Operasional PT Aston Usai Bentrok Warga-TKA
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.49 WITA

Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bahasa Jawa Harian
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.49 WITA

BRAN Perkuat Koordinasi Lintas Kementerian untuk Reforma Agraria
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.48 WITA

MUI Minta Pembatalan Konser Bocelli di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 15.47 WITA

