Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Anggota DPR Soroti Beban Berat Industri Sulsel Akibat Biaya Operasional Meningkat

Legislator Komisi VII DPR RI menyoroti tekanan ekonomi terhadap pelaku industri di Sulawesi Selatan akibat kenaikan biaya operasional dan penurunan pendapatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Anggota DPR Soroti Beban Berat Industri Sulsel Akibat Biaya Operasional Meningkat📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kondisi sulit yang dihadapi pelaku industri di Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius anggota Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja reses bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait. Ia menyampaikan bahwa para pengusaha kini berada dalam tekanan ekstrem, dipicu oleh beban pajak yang tinggi, penurunan pendapatan, serta gangguan distribusi bahan bakar minyak solar yang berdampak langsung pada operasional produksi.

Keterbatasan pasokan solar di lapangan, ditambah dengan kenaikan harga yang signifikan, menyulitkan perusahaan dalam menjaga kelancaran rantai pasok. Sektor jasa logistik dan pabrik-pabrik yang bergantung pada energi tersebut mengalami penurunan efisiensi, bahkan mengancam kelangsungan usaha. Kondisi ini diperparah karena daya beli masyarakat yang terus melemah, sehingga sulit bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga produk secara signifikan.

"Perusahaan tidak bisa menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat tidak bisa dipaksa," tegas anggota DPR tersebut, menekankan bahwa peningkatan biaya operasional tidak sejalan dengan kemampuan pasar menyerap kenaikan harga. Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya lokal, melainkan memerlukan kebijakan strategis dari tingkat nasional untuk menjaga keberlanjutan industri di wilayah timur Indonesia.

Melalui kunjungan reses ini, Komisi VII DPR RI berkomitmen untuk mengangkat temuan lapangan sebagai bahan pertimbangan dalam proses legislasi, pengawasan, dan alokasi anggaran APBN. Tujuannya adalah menciptakan iklim usaha yang lebih adil, sehat, dan mampu bersaing, khususnya bagi sektor industri di Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia Timur secara umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya