Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI

Adhi Karya bakal melepas 47,18% saham di PT Jasamarga Jogja Solo senilai Rp1,765 triliun kepada SMI, sambil mengalihkan sisa dana rights issue untuk modal kerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Adhi Karya (Persero) Tbk berencana menyelesaikan transaksi pelepasan seluruh kepemilikannya di PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan nilai Rp1,765 triliun. Transaksi ini melibatkan penjualan 1,714 juta saham, setara 47,18% kepemilikan, dan telah ditandatangani dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat pada 30 September 2026, dengan target penyelesaian paling lambat 30 November 2026. Proses ini masih menunggu persetujuan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ADHI yang dijadwalkan pada 13 November 2026.

Setelah transaksi selesai, ADHI tidak lagi memiliki saham di JMJ. Pemegang saham utama yang tersisa adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi 52,82%. Nilai transaksi ini dinilai wajar oleh penilai independen, berada 1,75% di atas estimasi pasar sebesar Rp1,74 triliun per 30 Juni 2026. Hasil divestasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan, khususnya dalam melunasi utang berbunga dan memenuhi kebutuhan modal kerja operasional. Langkah ini juga diambil untuk menghindari penyetoran modal tambahan ke JMJ, yang diperkirakan masih mengalami kerugian pada tahap awal operasional.

Sejalan dengan rencana tersebut, ADHI mengusulkan perubahan alokasi dana hasil Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II tahun 2022. Dari total dana bersih Rp2,65 triliun yang terkumpul, terdapat sisa sebesar Rp378,69 miliar yang kini diusulkan dialihkan untuk modal kerja. Dana ini akan digunakan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang tertunda (carry over), termasuk pembayaran material, tenaga kerja, subkontraktor, dan mobilisasi alat berat, hingga proyek selesai dan dapat ditagih. Penggunaan dana direncanakan setelah RUPSLB dan akan berlangsung hingga kuartal IV-2026.

Perubahan penggunaan dana ini merupakan respons atas Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 terkait percepatan penataan BUMN dan anak usaha. ADHI melakukan penyederhanaan portofolio investasi dengan mengurangi alokasi setoran modal ke entitas yang tidak menjadi fokus bisnis inti. Alokasi untuk JMJ direduksi dari Rp2 triliun menjadi Rp1,68 triliun, sedangkan untuk PT Jasamarga Jogja Bawen dan PT Jalintim Adhi Abipraya juga disesuaikan. Investasi di bidang pengolahan limbah dan jalan tol pun dikurangi drastis. Manajemen menegaskan tidak ada transaksi dengan pihak berafiliasi dan belum ada perjanjian terkait penggunaan dana modal kerja.

Pemanggilan RUPSLB telah diumumkan pada 7 Oktober 2026, dengan jadwal rapat pada 22 Oktober 2026. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat pada penutupan perdagangan 21 Oktober 2026. Keputusan dalam rapat sah jika dihadiri lebih dari separuh saham dengan hak suara, dan disetujui oleh mayoritas pemegang saham yang hadir. Hingga 23 Juli 2026, kepemilikan saham ADHI didominasi oleh PT Danantara Asset Management (63,689%), Badan Pengatur BUMN (0,643%), serta masyarakat (35,668%).

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya