Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

RI dan Mesir Tandatangani Kesepakatan Strategis Ekonomi dan Pertahanan

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir el-Sisi sepakati perluasan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, serta pertahanan dalam kunjungan kenegaraan di Jakarta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
RI dan Mesir Tandatangani Kesepakatan Strategis Ekonomi dan Pertahanan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan bilateral di Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan strategis antar dua negara. Fokus utama pembahasan mencakup sektor ekonomi, perdagangan, investasi, hingga kerja sama pertahanan, yang dianggap sebagai pilar penting dalam memperkuat kemitraan jangka panjang. Kedua pemimpin menekankan pentingnya sinergi bilateral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan akses pasar yang lebih luas.

Salah satu poin utama yang disepakati adalah upaya membangun Economic Partnership Agreement (EPA) guna mempermudah akses perdagangan dan memperluas peluang investasi bagi pelaku usaha dari kedua negara. Prabowo menyambut positif inisiatif pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi masing-masing negara, yang diharapkan menjadi motor penggerak proyek strategis bersama. Ia menekankan bahwa kerja sama ini akan mendukung pengembangan infrastruktur dan sektor industri kunci.

Presiden el-Sisi menegaskan target ambisius untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga mencapai US$5 miliar pada tahun 2030. Ia menilai potensi kerja sama ekonomi sangat besar, mengingat keunggulan komparatif kedua negara. Mesir, menurutnya, dapat berperan sebagai jembatan bagi Indonesia untuk memperluas pasar ke wilayah Arab, Afrika, dan Eropa. Kedua pemimpin juga membahas peluang kolaborasi dalam proyek-proyek prioritas lintas negara dan langkah-langkah penghilangan hambatan perdagangan.

Selain itu, kedua negara menyepakati serangkaian langkah konkret, termasuk pembebasan visa bagi warga negara masing-masing, kerja sama di bidang statistik, serta peningkatan kerja sama perikanan. Dalam kesepakatan tersebut juga disusun rencana aksi (plan of action) untuk memperkuat kemitraan strategis secara sistematis. Tujuan akhirnya adalah menciptakan fondasi yang kokoh bagi hubungan bilateral yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya