130 Juta Pemilih Dihapus, Aksi Massal Didorong di Delhi
Ratusan ribu warga India menggelar protes di Delhi menyusul penghapusan 130 juta nama pemilih, dengan para pemimpin gerakan generasi Z dibebaskan setelah ditahan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Puluhan ribu warga memadati jalanan ibu kota India pada akhir pekan ini, menuntut transparansi dalam daftar pemilih setelah muncul laporan bahwa 130 juta nama telah dihapus dari sistem pemilu. Aksi tersebut dipimpin oleh gerakan politik muda yang tak terdaftar resmi, yang menuduh adanya manipulasi sistem oleh otoritas pemilu. Dalam aksi itu, sebanyak 7.000 orang sempat ditahan oleh aparat keamanan, namun dibiarkan pulang dalam waktu singkat, sebelum pengadilan menentukan nasib para pemimpin utama gerakan tersebut.
Gerakan ini lahir dari kritik publik terhadap pernyataan Ketua Mahkamah Agung India yang menyamakan sebagian pemuda pengangguran dengan "kecoak", yang kemudian memicu kemarahan generasi muda. Pemimpin gerakan, Abhijeet Dipke, bersama dua rekannya, Saurav Das dan Ashutosh Ranka, ditangkap saat tiba di Delhi untuk memimpin demonstrasi. Meski polisi menolak izin unjuk rasa dan menerapkan pembatasan ketat, ribuan massa tetap bergerak menuju lokasi protes, menghadapi penjagaan ketat dan barikade yang dipasang di sejumlah titik strategis.
Pengadilan ibu kota akhirnya memerintahkan pembebasan tiga tokoh utama gerakan tersebut dengan syarat mereka tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum selama satu tahun. Pengacara gerakan, Ratna Singh, mengonfirmasi keputusan itu melalui media sosial, namun tidak menjelaskan secara rinci arti dari syarat tersebut. Keputusan ini menjadi sorotan karena menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berpendapat dan hak politik dalam konteks pemilu mendatang.
Gerakan ini, yang menolak pengakuan resmi sebagai partai politik, fokus pada reformasi sistem pemilu dan menuntut pengunduran diri Kepala Komisioner Pemilihan Umum, Gyanesh Kumar, atas dugaan manipulasi daftar pemilih. Pihak Komisi Pemilihan Umum telah membantah tudingan tersebut. Meski belum terdaftar secara hukum, gerakan ini berhasil menggerakkan massa besar dan menjadi sorotan utama dalam dinamika politik menjelang pemilihan umum tingkat negara bagian yang dianggap menentukan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perkutut Seribu Suara: Metafora Kehidupan Beragam
Filosofi anggungan perkutut yang beragam menggambarkan keragaman watak manusia dan pentingnya memahami perbedaan dalam kehidupan bersosial.
11 Oktober 2026

498 Jiwa Terdampak Banjir di Padang, 120 Rumah Terendam
Banjir bandang melanda tiga kecamatan di Padang, menimbulkan dampak pada 498 jiwa dan merendam 120 rumah, sementara 238 warga berhasil dievakuasi.
11 Oktober 2026

Gempa Dangkal 5,7 Skala Richter Guncang Laut Selatan Sukabumi
Gempa magnitudo 5,7 terjadi di perairan barat daya Sukabumi dengan kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami, dan dirasakan di beberapa wilayah kabupaten.
11 Oktober 2026

Prabowo Sambut El-Sisi di Istana, Bahas Kerja Sama Bilateral
Presiden Prabowo menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Mesir El-Sisi di Istana Negara, Jakarta, dalam pertemuan yang membahas kerja sama strategis dan isu regional.
11 Oktober 2026
Berita Lainnya

Adhi Karya Lepas Saham di Tol Jogja-Solo ke SMI
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

Kapolres Bogor Koordinasi Evakuasi Medis ABK Korban Penyanderaan
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

ECRL Malaysia Siap Beroperasi Tahun Depan, Rute Panjang 665 Kilometer
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.56 WITA

MRT Timur-Barat Lewati Kwitang, Pemprov DKI Gelar Konsultasi Publik Ketiga
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Universitas Pertama IKN Resmi Beroperasi dengan 48 Mahasiswa
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Hakim Agung RI: IKN Tak Mangkrak, Progres Konsisten di Kawasan Yudikatif
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

Singapura Batalkan Penyitaan Dana, Tapi Pertahankan Sebagian untuk Kasus Korupsi Sawit
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

BRI Pertahankan Gelar Merek Paling Bernilai di Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2026, 17.55 WITA

