Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gempa Dangkal 5,7 Skala Richter Guncang Laut Selatan Sukabumi

Gempa magnitudo 5,7 terjadi di perairan barat daya Sukabumi dengan kedalaman 10 km, tidak berpotensi tsunami, dan dirasakan di beberapa wilayah kabupaten.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Gempa Dangkal 5,7 Skala Richter Guncang Laut Selatan Sukabumi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang perairan selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 10.30 WIB hari ini. Berdasarkan data BMKG, lokasi episenter berada pada koordinat 8,87° LS dan 106,41° BT, berjarak sekitar 209 kilometer barat daya kabupaten tersebut, dengan kedalaman hiposenter hanya 10 kilometer. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan tidak adanya ancaman gelombang setinggi yang berpotensi membahayakan wilayah pesisir.

Dari analisis seismotektonik, gempa ini terjadi akibat aktivitas kompleks di zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Sunda. Meskipun berlokasi dekat zona megathrust, mekanisme sumber menunjukkan dominasi pergerakan geser horizontal (strike-slip faulting), bukan naik seperti pada gempa yang memicu tsunami. Hal ini mengindikasikan aktivitas patahan bawah laut dangkal di kawasan tersebut, bukan hanya pada batas lempeng utama.

Guncangan gempa dirasakan oleh penduduk di wilayah Surade dan Tegalbuleud dengan intensitas III MMI, yakni getaran terasa seperti kendaraan berat melintas di dalam rumah. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan signifikan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa pesisir selatan Jawa Barat dan Banten berada dalam zona rawan gempa, baik dari aktivitas patahan lokal, gempa intralempeng, maupun potensi gempa besar pada zona subduksi.

Pakar gempa dan tsunami dari IABI menegaskan bahwa gempa dengan mekanisme geser umumnya tidak menyebabkan tsunami besar karena deformasi vertikal dasar laut terbatas. Namun, tidak boleh dianggap sebagai tanda bahwa risiko gempa besar telah berkurang. Kegiatan mitigasi seperti penguatan struktur bangunan, pemetaan zona bahaya, dan pelatihan evakuasi harus terus diperkuat secara berkelanjutan.

Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa meski gempa tidak dapat diprediksi secara akurat, dampaknya bisa diminimalkan melalui kesiapsiagaan. Masyarakat di kawasan rawan harus segera bergerak ke tempat aman jika merasakan gempa kuat atau berlangsung lama, tanpa menunggu peringatan resmi. Kesadaran dan tindakan cepat menjadi kunci utama dalam menghindari korban jiwa saat bencana terjadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya