Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Modal Awal Rp 300 Juta untuk Buka Gerai Alfamart

Calon pelaku usaha bisa memulai bisnis minimarket melalui franchise Alfamart dengan modal mulai Rp 300 juta, sesuai tipe gerai dan jenis kerja sama yang dipilih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Modal Awal Rp 300 Juta untuk Buka Gerai Alfamart📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pembukaan gerai ritel berskala kecil melalui sistem waralaba kini menjadi pilihan strategis bagi pelaku usaha yang ingin berkecimpung di sektor ritel konvensional. Salah satu opsi yang tersedia adalah franchise Alfamart, dengan tiga model kerja sama yang dapat dipilih: pembukaan gerai baru, konversi dari toko lokal, atau pengambilalihan gerai yang sudah beroperasi. Setiap model memiliki mekanisme dan persyaratan khusus, namun semua mengacu pada standar operasional yang ketat demi menjaga konsistensi layanan dan kualitas produk.

Untuk memulai usaha dengan model gerai baru, calon mitra dapat memilih tipe gerai berdasarkan luas area dan kapasitas rak. Tipe 9 rak dengan luas 30 meter persegi membutuhkan modal awal Rp 300 juta, sementara tipe 18 rak (60 m²) membutuhkan Rp 350 juta, tipe 36 rak (80 m²) sebesar Rp 450 juta, dan tipe 45 rak (100 m²) mencapai Rp 500 juta. Modal ini mencakup biaya franchise selama lima tahun sebesar Rp 45 juta, peralatan toko, instalasi listrik, sistem informasi, signboard, serta promosi awal. Namun, biaya tersebut tidak termasuk investasi properti, yang bisa berubah sesuai lokasi dan kondisi pasar saat proses berjalan.

Khusus bagi pemilik toko kelontong atau minimarket lokal, Alfamart menyediakan program konversi yang memungkinkan mereka mengubah usaha kecil menjadi jaringan terstandar. Dalam proses ini, stok barang dan rak milik pemilik lama dapat diakui sebagai bagian dari investasi, dengan syarat memenuhi standar desain dan kualitas rak. Sementara itu, bagi yang ingin membeli gerai yang sudah beroperasi, opsi take over tersedia dengan modal minimal Rp 800 juta, mencakup franchise fee, sewa lokasi lima tahun, peralatan, sistem informasi, dan goodwill.

Biaya royalti yang dikenakan kepada mitra waralaba dihitung berdasarkan penjualan bersih secara progresif. Jika penjualan di bawah Rp 150 juta, tidak dikenakan royalti. Mulai dari Rp 150 juta hingga Rp 175 juta, tarifnya 1 persen; dari Rp 175 juta hingga Rp 200 juta, naik menjadi 2 persen; hingga mencapai 4 persen jika penjualan melebihi Rp 250 juta. Syarat utama untuk menjadi mitra adalah memiliki warga negara Indonesia, badan usaha resmi, lokasi usaha minimal 100 m² dengan total lahan antara 150 hingga 250 m², serta memenuhi semua perizinan lokal.

Alternatif lain bagi yang ingin memulai usaha ritel dengan modal lebih rendah adalah Warung Madura. Dengan modal awal antara Rp 13 hingga 20 juta, usaha ini menawarkan fleksibilitas tinggi dan daya tahan terhadap tekanan ekonomi. Warung Madura menjual produk kebutuhan pokok seperti beras, minyak, gula, telur, gas elpiji, dan token listrik dengan harga kompetitif, mengandalkan volume penjualan tinggi sebagai sumber keuntungan. Keberhasilan usaha ini bergantung pada lokasi strategis, kesiapan operasional 24 jam, penerapan perizinan digital melalui OSS, penataan barang yang rapi, serta pelayanan pelanggan yang ramah dan responsif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya