Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Dorong Budi Gunadi Jadi Dirjen WHO untuk Keadilan Global

Pemerintah Indonesia terus memperjuangkan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO demi memperkuat representasi negara berkembang dalam arsitektur kesehatan dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Indonesia Dorong Budi Gunadi Jadi Dirjen WHO untuk Keadilan Global📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmen kuat untuk mendorong Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Langkah ini diwujudkan sebagai bagian dari upaya strategis untuk menciptakan sistem kesehatan global yang lebih adil, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan negara berkembang. Pernyataan ini disampaikan secara tegas oleh pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri dalam forum resmi setelah serah terima jabatan.

Pencalonan ini tidak hanya menjadi isu domestik, tetapi bagian dari kerangka diplomasi multilateral yang lebih luas. Indonesia menyatakan bahwa semangat yang sama juga diterapkan dalam upaya mendukung posisi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030, dengan tujuan memperkuat efektivitas, transparansi, dan demokrasi dalam tata kelola keamanan internasional. Kedua agenda ini, menurut pejabat tersebut, akan diperjuangkan melalui kemitraan strategis seperti G20, BRICS, MIKTA, OKI, APEC, dan D8.

Budi Gunadi Sadikin akan bersaing dengan tiga kandidat lain yang diusulkan oleh negara anggota WHO, yaitu Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, serta Hans Henri P Kluge dari Belgia. Proses pemilihan akan dilakukan melalui mekanisme Dewan Eksekutif WHO yang menyeleksi dan menyusun daftar pendek sebelum menyerahkan tiga nama kepada Majelis Kesehatan Dunia—badan pengambil keputusan tertinggi WHO yang terdiri dari seluruh negara anggota.

Dalam pernyataan sebelumnya, Menteri Kesehatan menyatakan bahwa keputusan maju sebagai kandidat merupakan amanat dari Presiden Republik Indonesia. Ia menegaskan kesiapan untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, sesuai arahan kepala negara. Pencalonan ini bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan bentuk kontribusi Indonesia dalam membentuk masa depan kesehatan global yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya