Penguatan Ekosistem Kesehatan Lewat Manajemen Fasilitas Terintegrasi
Yohanes Jeffry Johary menekankan pentingnya manajemen fasilitas berkelanjutan untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia melalui pendekatan regenerative.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penguatan infrastruktur dan layanan kesehatan di Tanah Air memerlukan pendekatan sistemik yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Yohanes Jeffry Johary, Managing Director OCS Indonesia dan Presiden Chapter Indonesia IFMA, menegaskan bahwa manajemen fasilitas bukan sekadar urusan perawatan gedung, melainkan fondasi operasional yang menopang seluruh proses pelayanan pasien. Dalam forum Health Summit 2026, ia menyoroti bahwa kesiapan layanan kesehatan harus dinilai dari kualitas ekosistem operasional, bukan hanya dari peralatan canggih.
Konsep regenerative facility management menjadi kunci utama dalam transformasi ini. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek manusia, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat dalam satu sistem yang saling mendukung. Dengan pendekatan antisipatif dan berkelanjutan, sistem ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan, adaptabilitas, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Setelah melalui uji coba berbagai tahap, konsep ini telah diakui secara global oleh IFMA dan kini tercatat dalam perpustakaan pengetahuan internasional.
Penerapan konsep ini diharapkan mendorong masyarakat Indonesia lebih memilih layanan kesehatan dalam negeri dibandingkan meluarkan biaya ke luar negeri. Yohanes menekankan bahwa inovasi teknologi dan alat medis tidak akan efektif tanpa dukungan ekosistem operasional yang kuat. Ia menyarankan agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk industri farmasi dan peralatan kesehatan, turut mempertimbangkan aspek manajemen fasilitas sebagai bagian dari strategi pengembangan.
Untuk mewujudkan perubahan, Yohanes merekomendasikan pendekatan bertahap selama 90 hari dengan empat pilar utama: menetapkan kondisi dasar operasional, mengidentifikasi masalah prioritas, menunjuk penanggung jawab, serta menentukan indikator keberhasilan. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi perbaikan jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan membangun sistem yang tangguh dan adaptif, rumah sakit masa depan tidak hanya lebih modern, tetapi juga lebih mampu menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penyelesaian Damai Kasus Intip di Toilet Mall Bekasi
Polres Metro Bekasi Kota menyelesaikan kasus dugaan pengintipan di toilet mall melalui musyawarah, tanpa proses hukum pidana.
12 Oktober 2026

WhatsApp Uji Coba Fitur Jadwal Pesan untuk Pengguna Android Beta
WhatsApp mulai menguji fitur penjadwalan pesan kepada pengguna beta Android, memungkinkan pengiriman otomatis teks, foto, dan video sesuai waktu yang ditentukan.
12 Oktober 2026

Layanan Telekonseling Psikolog untuk PMI Diluncurkan Serentak
Kementerian P2MI meluncurkan layanan telekonseling gratis 24 jam bagi pekerja migran Indonesia untuk mendukung kesehatan mental sejak pra-penempatan hingga purna-penempatan.
12 Oktober 2026

Transaksi QRIS Melonjak, Jadi Bukti Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Peningkatan lebih dari 100% transaksi QRIS dan pertumbuhan konsumsi di atas 5% menjadi indikator kuat daya beli masyarakat yang masih stabil di tengah isu pelemahan ekonomi.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Lantik Komentator Konservatif Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Senin, 12 Oktober 2026, 18.00 WITA

Polisi Periksa Modus Rukiah dalam Kasus Pelecehan Santriwati
Senin, 12 Oktober 2026, 17.58 WITA

Peningkatan Dermaga Tanjung Uban Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bintan
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

Chongqing Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Konsumsi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

KPK Perdalam Peran Mantan Kepala KPP Banjarmasin dalam Kasus Restitusi Pajak
Senin, 12 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Melemah 2,59% Akibat Tekanan Global dan Kekhawatiran Pasar
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

Luka Tak Buktikan Pelaku, Nyumarno Minta Hakim Objektif
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

