Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penguatan Ekosistem Kesehatan Lewat Manajemen Fasilitas Terintegrasi

Yohanes Jeffry Johary menekankan pentingnya manajemen fasilitas berkelanjutan untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia melalui pendekatan regenerative.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Penguatan Ekosistem Kesehatan Lewat Manajemen Fasilitas Terintegrasi📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Penguatan infrastruktur dan layanan kesehatan di Tanah Air memerlukan pendekatan sistemik yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Yohanes Jeffry Johary, Managing Director OCS Indonesia dan Presiden Chapter Indonesia IFMA, menegaskan bahwa manajemen fasilitas bukan sekadar urusan perawatan gedung, melainkan fondasi operasional yang menopang seluruh proses pelayanan pasien. Dalam forum Health Summit 2026, ia menyoroti bahwa kesiapan layanan kesehatan harus dinilai dari kualitas ekosistem operasional, bukan hanya dari peralatan canggih.

Konsep regenerative facility management menjadi kunci utama dalam transformasi ini. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek manusia, lingkungan, tempat kerja, dan masyarakat dalam satu sistem yang saling mendukung. Dengan pendekatan antisipatif dan berkelanjutan, sistem ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan, adaptabilitas, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Setelah melalui uji coba berbagai tahap, konsep ini telah diakui secara global oleh IFMA dan kini tercatat dalam perpustakaan pengetahuan internasional.

Penerapan konsep ini diharapkan mendorong masyarakat Indonesia lebih memilih layanan kesehatan dalam negeri dibandingkan meluarkan biaya ke luar negeri. Yohanes menekankan bahwa inovasi teknologi dan alat medis tidak akan efektif tanpa dukungan ekosistem operasional yang kuat. Ia menyarankan agar seluruh pemangku kepentingan, termasuk industri farmasi dan peralatan kesehatan, turut mempertimbangkan aspek manajemen fasilitas sebagai bagian dari strategi pengembangan.

Untuk mewujudkan perubahan, Yohanes merekomendasikan pendekatan bertahap selama 90 hari dengan empat pilar utama: menetapkan kondisi dasar operasional, mengidentifikasi masalah prioritas, menunjuk penanggung jawab, serta menentukan indikator keberhasilan. Pendekatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi perbaikan jangka panjang yang berkelanjutan. Dengan membangun sistem yang tangguh dan adaptif, rumah sakit masa depan tidak hanya lebih modern, tetapi juga lebih mampu menjaga kelangsungan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya