Transaksi QRIS Melonjak, Jadi Bukti Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat
Peningkatan lebih dari 100% transaksi QRIS dan pertumbuhan konsumsi di atas 5% menjadi indikator kuat daya beli masyarakat yang masih stabil di tengah isu pelemahan ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Peningkatan signifikan dalam volume transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi bukti nyata bahwa aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia belum menunjukkan tanda pelambatan. Data yang disampaikan oleh pemerintah menunjukkan kenaikan lebih dari 100% dalam jumlah transaksi QRIS, menandakan tingginya mobilitas dan aktivitas belanja digital serta konvensional secara bersamaan. Angka ini menepis narasi tentang melemahnya daya beli yang sempat beredar di publik.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad H. Wibowo menegaskan bahwa tren ini lebih mencerminkan pergeseran pola konsumsi daripada penurunan kapasitas belanja masyarakat secara umum. Banyak warga kini lebih memilih mengalokasikan pengeluaran mereka ke sektor perjalanan, pariwisata, layanan makanan dan akomodasi, serta belanja online. Perubahan ini terlihat jelas dalam data aktivitas ekonomi yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS mencatat pertumbuhan konsumsi masyarakat mencapai lebih dari 5% pada semester pertama tahun 2026. Sektor restoran dan hotel menunjukkan kenaikan lebih dari 6%, sementara transportasi juga mengalami kenaikan signifikan seiring meningkatnya mobilitas. Pergeseran ini, menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, didorong oleh perubahan gaya hidup yang menekankan pada pengalaman dan fleksibilitas, termasuk preferensi terhadap transaksi digital dibandingkan transaksi langsung.
Pemerintah tetap waspada terhadap potensi tekanan inflasi yang berasal dari biaya produksi dan keterbatasan pasokan, bukan dari permintaan yang tinggi. Inflasi jenis cost-push, seperti pada cabai dan barang elektronik yang bergantung pada impor, menjadi fokus utama. Untuk itu, strategi pengendalian harga akan lebih difokuskan pada penguatan pasokan barang dan jasa, serta koordinasi antarlembaga untuk memperbaiki akurasi pencatatan aktivitas ekonomi di tingkat daerah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penyelesaian Damai Kasus Intip di Toilet Mall Bekasi
Polres Metro Bekasi Kota menyelesaikan kasus dugaan pengintipan di toilet mall melalui musyawarah, tanpa proses hukum pidana.
12 Oktober 2026

WhatsApp Uji Coba Fitur Jadwal Pesan untuk Pengguna Android Beta
WhatsApp mulai menguji fitur penjadwalan pesan kepada pengguna beta Android, memungkinkan pengiriman otomatis teks, foto, dan video sesuai waktu yang ditentukan.
12 Oktober 2026

Layanan Telekonseling Psikolog untuk PMI Diluncurkan Serentak
Kementerian P2MI meluncurkan layanan telekonseling gratis 24 jam bagi pekerja migran Indonesia untuk mendukung kesehatan mental sejak pra-penempatan hingga purna-penempatan.
12 Oktober 2026

Penguatan Ekosistem Kesehatan Lewat Manajemen Fasilitas Terintegrasi
Yohanes Jeffry Johary menekankan pentingnya manajemen fasilitas berkelanjutan untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia melalui pendekatan regenerative.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Lantik Komentator Konservatif Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Senin, 12 Oktober 2026, 18.00 WITA

Polisi Periksa Modus Rukiah dalam Kasus Pelecehan Santriwati
Senin, 12 Oktober 2026, 17.58 WITA

Peningkatan Dermaga Tanjung Uban Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bintan
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

Chongqing Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Konsumsi Global
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

KPK Perdalam Peran Mantan Kepala KPP Banjarmasin dalam Kasus Restitusi Pajak
Senin, 12 Oktober 2026, 17.56 WITA

IHSG Melemah 2,59% Akibat Tekanan Global dan Kekhawatiran Pasar
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

Luka Tak Buktikan Pelaku, Nyumarno Minta Hakim Objektif
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

