Impor Beras Ancam Kesejahteraan Petani Nasional
Menteri Koordinator Pangan menyoroti impor beras 4,5 juta ton tahun lalu yang justru menguntungkan petani luar negeri, sementara petani dalam negeri kehilangan peluang ekonomi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkap kekhawatiran atas tren impor beras yang terus tinggi, menyebut praktik tersebut mengalihkan manfaat ekonomi dari petani lokal ke produsen asing. Menurutnya, ketika Indonesia mengimpor beras dari negara seperti Thailand, India, dan Vietnam, maka keuntungan dari permintaan pangan nasional justru dinikmati petani di luar negeri, sementara petani dalam negeri justru tergerus.
Zulhas menegaskan bahwa impor beras dalam jumlah mencapai 4,5 juta ton pada tahun 2024 menjadi indikator kegagalan sistem produksi dalam negeri yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan pangan. Ia menekankan bahwa swasembada bukan sekadar soal ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kehormatan dan kesejahteraan ratusan juta petani, peternak, dan nelayan yang menjadi tulang punggung sektor pangan nasional.
Dalam kesempatan peluncuran Satgas P2BBL, ia menyatakan bahwa keberhasilan swasembada akan membawa dampak ekonomi langsung bagi rakyat Indonesia, dengan menekan ketergantungan impor dan memperkuat daya saing produksi lokal. Ia menilai bahwa keberhasilan ini harus menjadi prioritas nasional, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda utama.
Meski demikian, Zulhas menyebut adanya tanda-tanda positif dari kondisi petani. Data BPS menunjukkan indeks harga yang diterima petani (NTP) mencapai 131,11 pada September 2026, angka yang lebih tinggi dari ambang batas 100, menandakan bahwa petani menerima harga lebih baik dibanding biaya produksi. Namun, ia menekankan bahwa angka ini belum cukup untuk menjamin kesejahteraan merata, sehingga perlu kebijakan sistemik yang mendukung produksi dan distribusi pangan dalam negeri.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chongqing Dorong Transformasi Ekonomi Lewat Konsumsi Global
Chongqing mempercepat transformasi menjadi pusat konsumsi internasional dengan memadukan warisan budaya, inovasi ritel, dan infrastruktur global.
12 Oktober 2026

IHSG Melemah 2,59% Akibat Tekanan Global dan Kekhawatiran Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan turun 157,61 poin atau 2,59% ke level 6.936,15 dipicu ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, serta tekanan terhadap Rupiah dan aksi jual asing.
12 Oktober 2026

Power Bank Meledak, Pesawat IndiGo Darurat Mendarat di Hyderabad
Sebuah power bank terbakar di kabin pesawat IndiGo, memicu pengalihan penerbangan ke Hyderabad dan mendarat aman tanpa korban luka.
12 Oktober 2026

Realisasi Anggaran Pendidikan Capai Rp 574,2 T Hingga September 2026
Realisasi anggaran pendidikan hingga September 2026 mencapai Rp 574,2 triliun, menandai penyerapan tertinggi dalam lima tahun terakhir.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Trump Lantik Komentator Konservatif Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Senin, 12 Oktober 2026, 18.00 WITA

Polisi Periksa Modus Rukiah dalam Kasus Pelecehan Santriwati
Senin, 12 Oktober 2026, 17.58 WITA

Peningkatan Dermaga Tanjung Uban Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bintan
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

Optimalisasi SDA Jadi Fondasi Ketahanan Ekonomi dan Lingkungan
Senin, 12 Oktober 2026, 17.57 WITA

KPK Perdalam Peran Mantan Kepala KPP Banjarmasin dalam Kasus Restitusi Pajak
Senin, 12 Oktober 2026, 17.56 WITA

Penyelesaian Damai Kasus Intip di Toilet Mall Bekasi
Senin, 12 Oktober 2026, 17.56 WITA

Luka Tak Buktikan Pelaku, Nyumarno Minta Hakim Objektif
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

Norris Minta Maaf Usai Senggolan dengan Piastri di Singapura
Senin, 12 Oktober 2026, 17.55 WITA

