Golkar Pertimbangkan Hak Angket Soal Ijazah Wapres Gibran
Fraksi Golkar menyatakan akan mempertimbangkan usulan hak angket terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran, setelah menerima aspirasi dari kelompok sipil.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Fraksi Partai Golkar DPR RI menyatakan akan menelaah secara serius usulan pembentukan hak angket mengenai status ijazah Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan syarat pendidikan sebagai kualifikasi wajib. Keputusan ini disampaikan oleh Anggota Fraksi Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, dalam pertemuan dengan kelompok masyarakat yang mengatasnamakan AKSI (Aliansi Kolektif Sipil) di ruang rapat Badan Legislasi (Baleg), Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Doli menegaskan bahwa fraksi tidak menolak pendekatan konstitusional yang diusulkan, termasuk melalui mekanisme hak angket, sebagai bentuk respons terhadap dinamika yang muncul pasca-putusan MK. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat, terlepas dari latar belakang organisasi, karena isu ini menyangkut integritas proses kelembagaan dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog formal untuk menyampaikan kekhawatiran publik terhadap konsistensi syarat yang diberlakukan bagi calon pejabat negara, khususnya yang berkaitan dengan dokumen pendidikan. Doli menegaskan bahwa semua masukan yang disampaikan akan diserahkan ke pimpinan fraksi dan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar untuk dipertimbangkan secara internal.
Ia juga menekankan bahwa diskusi ini tidak berarti menolak atau menerima langsung usulan, tetapi merupakan bagian dari proses demokrasi yang terbuka dan terstruktur. Fraksi Golkar menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa semua keputusan yang diambil memperhatikan asas keadilan, konsistensi hukum, serta keberlanjutan stabilitas institusi negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Budi Gunadi Jadi Dirjen WHO untuk Keadilan Global
Pemerintah Indonesia terus memperjuangkan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO demi memperkuat representasi negara berkembang dalam arsitektur kesehatan dunia.
12 Oktober 2026

Indonesia Tetap Bebas, Tegakkan Prinsip Tanpa Ikut Blok
Menteri Luar Negeri Indonesia menegaskan negara tak terikat aliansi, menjunjung politik luar negeri bebas aktif dengan fokus pada kepentingan nasional dan perdamaian global.
12 Oktober 2026

Pertamina Beli Minyak Rakyat dengan Harga 80% ICP
PT Pertamina membeli minyak mentah dari 43.000 sumur rakyat yang telah legal, dengan harga setara 80% ICP, sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi nasional dan pemberdayaan lokal.
12 Oktober 2026

Tunjangan Profesi Guru Belum Cair, DPR Minta Menkeu Tindak Lanjuti dalam Pekan Ini
Komisi X DPR mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan tunjangan profesi guru yang tertunda selama tiga bulan, setelah surat pengajuan dari Kemdikdasmen belum ditindaklanjuti.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Police Story: Lockdown Tampilkan Dilema Ayah dan Detektif
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Didera Kritik Penonton
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Barcelona dan Man City Jaga Rekor Tak Terkalahkan di Awal Musim
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

PSSI Kecam Kekerasan terhadap Tim Muda Persib di Tol Batang
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Jadwal Liga Champions Matchday 2: Duel Klasik Atletico vs MU Jadi Sorotan
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Hakim Danish Hadapi Tekanan Mental Usai Debut di Moto3 Mandalika
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Indonesia Tampilkan 14 Wakil di Denmark Open 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas di Perbatasan Sudan-Mesir
Senin, 12 Oktober 2026, 21.09 WITA

