Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asap Tebal Menutup Jembatan Ampera, Warga Palembang Keluhkan Kesehatan

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Palembang, mengganggu visibilitas dan menimbulkan keluhan kesehatan, sementara pemerintah memperkuat posko kesehatan untuk penanganan dampaknya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asap Tebal Menutup Jembatan Ampera, Warga Palembang Keluhkan Kesehatan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kota Palembang kembali menghadapi kondisi udara buruk akibat kabut asap tebal yang melanda sejak pagi hari, Selasa (13/10), dengan intensitas yang semakin memburuk dalam dua bulan terakhir. Fenomena ini disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, terutama di musim kemarau yang telah berlangsung sejak awal tahun. Jembatan Ampera, ikon kota, kini nyaris tak terlihat dari kejauhan, menandakan tingginya tingkat polusi udara yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Visibilitas rendah di sejumlah ruas jalan utama menciptakan risiko tinggi bagi pengguna kendaraan, memaksa pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakaan. Selain mengganggu mobilitas, asap pekat juga menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan mata. Warga mulai melaporkan gejala seperti iritasi mata, sesak napas, serta tenggorokan kering, yang diperparah oleh paparan berkepanjangan.

Seorang warga, Iwan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi yang semakin tak terkendali. Ia menyebut bahwa hari ini asap lebih tebal dari biasanya, bahkan Jembatan Ampera tak lagi terlihat, dan kondisi kesehatan dirinya memburuk. Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan akar masalah karhutla agar masyarakat bisa kembali hidup dalam lingkungan yang sehat.

Data dari Dinas Kesehatan Sumsel menunjukkan hingga bulan September 2026 telah tercatat 52.483 kasus infeksi saluran napas akut (ISPA) di wilayah tersebut, yang diperkirukan terkait langsung dengan kualitas udara buruk akibat kebakaran lahan. Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Palembang telah menyiagakan posko kesehatan di 18 kecamatan, beroperasi 24 jam, untuk menangani warga yang mengalami gejala akibat paparan asap.

Enam puskesmas telah ditunjuk sebagai pusat layanan darurat bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap. Petugas medis dari berbagai puskesmas setempat dikerahkan untuk memastikan akses layanan kesehatan tetap terjaga, terutama di wilayah yang terdampak karhutla secara langsung. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi posko jika mengalami gejala seperti sesak napas atau mata perih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya