Dokter Tifa Dorong Anies Jadi Menteri Prabowo Berdasarkan Sejarah Politik
Ilmuwan neuropolitika Tifauzia Tyassuma menilai Anies Baswedan layak menjabat menteri jika dipilih Prabowo Subianto, menekankan pentingnya pelajaran dari rekonsiliasi politik masa lalu.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Dokter Tifa, ilmuwan dan praktisi neuropolitika, menyatakan dukungan terhadap kemungkinan Anies Baswedan bergabung dalam kabinet Prabowo Subianto sebagai menteri, selama tawaran resmi diberikan. Ia menilai bahwa keputusan tersebut bukan sekadar kepentingan pribadi, melainkan bentuk kontribusi nyata terhadap arah kebijakan negara. Ia menekankan bahwa posisi Menteri Pendidikan menjadi salah satu opsi yang relevan, mengingat latar belakang Anies sebagai mantan gubernur DKI Jakarta.
Dalam pernyataannya, Dokter Tifa menyoroti sejarah politik Indonesia yang menunjukkan bahwa rivalitas tidak harus berakhir dengan keberpihakan terhadap kekuasaan penuh. Ia mencontohkan Prabowo Subianto, yang pernah bersaing dengan Joko Widodo secara langsung, namun kemudian memilih untuk berkontribusi sebagai Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Jokowi. Menurutnya, narasi ini membuka ruang bagi Anies untuk mengambil langkah serupa, dengan memilih berkontribusi lewat posisi strategis dalam pemerintahan.
Tidak ada indikasi bahwa tawaran resmi telah diberikan kepada Anies oleh Prabowo hingga saat ini. Namun, Dokter Tifa menegaskan bahwa keberadaan wacana tersebut menunjukkan potensi rekonsiliasi politik yang dapat menguntungkan stabilitas dan kinerja pemerintahan. Ia menilai bahwa keputusan Anies tidak hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi juga memberi dampak pada dinamika koalisi dan kebijakan publik di tingkat nasional.
Dukungan Dokter Tifa juga menekankan bahwa keterlibatan tokoh politik dengan rekam jejak kuat seperti Anies bisa menjadi simbol transformasi dari politik perlawanan menuju kerja nyata. Ia menilai bahwa menerima tawaran jabatan publik bukan tanda melemah, melainkan bentuk kesadaran kolektif untuk membangun negara. Dengan demikian, ia memandang bahwa langkah Anies dapat menjadi contoh bagi para tokoh lain dalam menyelesaikan dinamika politik dengan cara konstruktif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Malaysia Minta Indonesia Minta Maaf Atas Krisis Kabut Asap Lintas Batas
Politisi Malaysia menyerukan agar Indonesia bertanggung jawab penuh atas dampak kabut asap lintas batas dan meminta maaf kepada negara ASEAN yang terdampak.
13 Oktober 2026

Milawati Pimpin Kemenkum Bali, Tekankan Peningkatan Akses Hukum di Desa
I Gusti Putu Milawati resmi menjabat Kepala Kanwil Kemenkum Bali dengan fokus memperluas layanan hukum melalui Posbankum di tingkat desa dan peningkatan kapasitas paralegal hingga Juli 2026.
13 Oktober 2026

DPR Minta Status Bencana Nasional Atas Karhutla
DPR mendesak pemerintah tetapkan karhutla sebagai bencana nasional karena dampaknya meluas dan belum mereda setelah tiga bulan.
13 Oktober 2026

Penertiban Parkir Liar Ricuh, Gubernur Minta Proses Hukum
Penertiban di Jaksel berujung keributan hingga petugas Satpol PP terluka, sementara Gubernur meminta kasus tersebut diproses secara hukum dan menekankan pentingnya penataan lahan melalui pembangunan sekolah bertingkat.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

