Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dokter Tifa Dorong Anies Jadi Menteri Prabowo Berdasarkan Sejarah Politik

Ilmuwan neuropolitika Tifauzia Tyassuma menilai Anies Baswedan layak menjabat menteri jika dipilih Prabowo Subianto, menekankan pentingnya pelajaran dari rekonsiliasi politik masa lalu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Dokter Tifa Dorong Anies Jadi Menteri Prabowo Berdasarkan Sejarah Politik📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Dokter Tifa, ilmuwan dan praktisi neuropolitika, menyatakan dukungan terhadap kemungkinan Anies Baswedan bergabung dalam kabinet Prabowo Subianto sebagai menteri, selama tawaran resmi diberikan. Ia menilai bahwa keputusan tersebut bukan sekadar kepentingan pribadi, melainkan bentuk kontribusi nyata terhadap arah kebijakan negara. Ia menekankan bahwa posisi Menteri Pendidikan menjadi salah satu opsi yang relevan, mengingat latar belakang Anies sebagai mantan gubernur DKI Jakarta.

Dalam pernyataannya, Dokter Tifa menyoroti sejarah politik Indonesia yang menunjukkan bahwa rivalitas tidak harus berakhir dengan keberpihakan terhadap kekuasaan penuh. Ia mencontohkan Prabowo Subianto, yang pernah bersaing dengan Joko Widodo secara langsung, namun kemudian memilih untuk berkontribusi sebagai Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Jokowi. Menurutnya, narasi ini membuka ruang bagi Anies untuk mengambil langkah serupa, dengan memilih berkontribusi lewat posisi strategis dalam pemerintahan.

Tidak ada indikasi bahwa tawaran resmi telah diberikan kepada Anies oleh Prabowo hingga saat ini. Namun, Dokter Tifa menegaskan bahwa keberadaan wacana tersebut menunjukkan potensi rekonsiliasi politik yang dapat menguntungkan stabilitas dan kinerja pemerintahan. Ia menilai bahwa keputusan Anies tidak hanya menyangkut dirinya sendiri, tetapi juga memberi dampak pada dinamika koalisi dan kebijakan publik di tingkat nasional.

Dukungan Dokter Tifa juga menekankan bahwa keterlibatan tokoh politik dengan rekam jejak kuat seperti Anies bisa menjadi simbol transformasi dari politik perlawanan menuju kerja nyata. Ia menilai bahwa menerima tawaran jabatan publik bukan tanda melemah, melainkan bentuk kesadaran kolektif untuk membangun negara. Dengan demikian, ia memandang bahwa langkah Anies dapat menjadi contoh bagi para tokoh lain dalam menyelesaikan dinamika politik dengan cara konstruktif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya