Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Malaysia Minta Indonesia Minta Maaf Atas Krisis Kabut Asap Lintas Batas

Politisi Malaysia menyerukan agar Indonesia bertanggung jawab penuh atas dampak kabut asap lintas batas dan meminta maaf kepada negara ASEAN yang terdampak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Malaysia Minta Indonesia Minta Maaf Atas Krisis Kabut Asap Lintas Batas📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Seorang tokoh politik dari Johor, Malaysia, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap respons pemerintah Indonesia terhadap krisis kabut asap yang melanda wilayahnya. Ia menilai sikap Indonesia dinilai mengabaikan dampak serius yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dinilai tidak konstruktif dan justru menunda penyelesaian masalah lintas batas.

Dalam pernyataannya, politisi tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga kualitas lingkungan regional. Ia menyoroti bahwa pencemaran udara yang mengandung partikel halus PM2.5 telah menyebabkan gangguan kesehatan serius di kalangan warga Malaysia, termasuk gangguan pernapasan dan penurunan kualitas hidup. “Mengabaikan kesehatan rakyat karena kebakaran lahan di negara lain tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Ia juga menyerukan agar Indonesia mengakui dampak nyata dari kebakaran hutan dan lahan yang berdampak lintas batas, serta mengambil langkah konkret untuk mencegah perulangan insiden serupa. Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarnegara ASEAN dalam mengatasi isu lingkungan bersama. “Kesehatan manusia bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, terlebih ketika dampaknya dirasakan oleh jutaan orang di wilayah lain,” tegasnya.

Desakan untuk meminta maaf kepada negara-negara ASEAN yang terdampak menjadi bagian dari tuntutan utama. Politisi itu menilai bahwa langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kontribusi Indonesia terhadap krisis lingkungan regional. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan hubungan antarnegara bergantung pada kesadaran bersama dalam menangani tantangan yang melampaui batas wilayah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya