Malaysia Minta Indonesia Minta Maaf Atas Krisis Kabut Asap Lintas Batas
Politisi Malaysia menyerukan agar Indonesia bertanggung jawab penuh atas dampak kabut asap lintas batas dan meminta maaf kepada negara ASEAN yang terdampak.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Seorang tokoh politik dari Johor, Malaysia, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap respons pemerintah Indonesia terhadap krisis kabut asap yang melanda wilayahnya. Ia menilai sikap Indonesia dinilai mengabaikan dampak serius yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dinilai tidak konstruktif dan justru menunda penyelesaian masalah lintas batas.
Dalam pernyataannya, politisi tersebut menekankan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga kualitas lingkungan regional. Ia menyoroti bahwa pencemaran udara yang mengandung partikel halus PM2.5 telah menyebabkan gangguan kesehatan serius di kalangan warga Malaysia, termasuk gangguan pernapasan dan penurunan kualitas hidup. “Mengabaikan kesehatan rakyat karena kebakaran lahan di negara lain tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.
Ia juga menyerukan agar Indonesia mengakui dampak nyata dari kebakaran hutan dan lahan yang berdampak lintas batas, serta mengambil langkah konkret untuk mencegah perulangan insiden serupa. Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarnegara ASEAN dalam mengatasi isu lingkungan bersama. “Kesehatan manusia bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, terlebih ketika dampaknya dirasakan oleh jutaan orang di wilayah lain,” tegasnya.
Desakan untuk meminta maaf kepada negara-negara ASEAN yang terdampak menjadi bagian dari tuntutan utama. Politisi itu menilai bahwa langkah tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kontribusi Indonesia terhadap krisis lingkungan regional. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan hubungan antarnegara bergantung pada kesadaran bersama dalam menangani tantangan yang melampaui batas wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Dokter Tifa Dorong Anies Jadi Menteri Prabowo Berdasarkan Sejarah Politik
Ilmuwan neuropolitika Tifauzia Tyassuma menilai Anies Baswedan layak menjabat menteri jika dipilih Prabowo Subianto, menekankan pentingnya pelajaran dari rekonsiliasi politik masa lalu.
13 Oktober 2026

Milawati Pimpin Kemenkum Bali, Tekankan Peningkatan Akses Hukum di Desa
I Gusti Putu Milawati resmi menjabat Kepala Kanwil Kemenkum Bali dengan fokus memperluas layanan hukum melalui Posbankum di tingkat desa dan peningkatan kapasitas paralegal hingga Juli 2026.
13 Oktober 2026

DPR Minta Status Bencana Nasional Atas Karhutla
DPR mendesak pemerintah tetapkan karhutla sebagai bencana nasional karena dampaknya meluas dan belum mereda setelah tiga bulan.
13 Oktober 2026

Penertiban Parkir Liar Ricuh, Gubernur Minta Proses Hukum
Penertiban di Jaksel berujung keributan hingga petugas Satpol PP terluka, sementara Gubernur meminta kasus tersebut diproses secara hukum dan menekankan pentingnya penataan lahan melalui pembangunan sekolah bertingkat.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

