China Kurangi Insentif Ekspor NEV Mulai 2027
Pemerintah China menurunkan rabat pajak ekspor untuk kendaraan energi baru dari 13% menjadi 9% mulai April 2027, seiring strategi penyesuaian kebijakan subsidi ekspor.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Tiongkok telah menetapkan penyesuaian kebijakan pajak ekspor yang berlaku mulai 1 April 2027, dengan menurunkan tingkat rabat pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kendaraan energi baru (NEV) dari 13 persen menjadi 9 persen. Keputusan ini merupakan bagian dari langkah sistematis untuk menyesuaikan insentif ekspor di tengah transformasi struktural sektor manufaktur dan pergeseran fokus ke daya saing internal. Kebijakan serupa juga berlaku bagi produk terkait seperti rokok elektrik, yang secara bertahap akan kehilangan fasilitas pengembalian pajak ekspor sejak tanggal yang sama.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh dua lembaga utama, Kementerian Keuangan dan Administrasi Perpajakan Negara, disebutkan bahwa pengaturan pajak konsumsi ekspor tetap berlaku tanpa perubahan, termasuk mekanisme pengembalian atau pembebasan pajak yang telah ada. Penyesuaian ini dilakukan sebagai respons atas dinamika pasar global dan pertumbuhan pesat industri NEV di dalam negeri, yang telah membuat Tiongkok menjadi pemimpin global dalam produksi dan ekspor kendaraan listrik.
Sebelumnya, Tiongkok telah menghapus rabat ekspor PPN untuk produk fotovoltaik sejak 1 April 2026, serta memangkas tingkat insentif untuk baterai dari 9 persen menjadi 6 persen pada tanggal yang sama, dengan rencana penghapusan total mulai 1 Januari 2027. Langkah-langkah ini menunjukkan arah kebijakan yang lebih selektif, dengan fokus pada pengembangan industri dalam negeri dan pengurangan ketergantungan pada subsidi ekspor jangka panjang.
Data terbaru menunjukkan ekspor kendaraan Tiongkok mencapai 1,053 juta unit pada September 2026, meningkat 61,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 571.000 unit merupakan kendaraan energi baru, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. NEV telah mendominasi ekspor kendaraan selama empat bulan berturut-turut, menyumbang lebih dari separuh total ekspor, mencerminkan posisi strategis industri ini dalam ekonomi negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ekspor Benih Lobster Dihentikan Selamanya untuk Dorong Budi Daya Lokal
Pemerintah menegaskan penghentian permanen ekspor benih lobster demi memperkuat sektor budi daya dalam negeri dan meningkatkan nilai tambah perikanan nasional.
13 Oktober 2026

Permintaan iPhone 18 Pro Melonjak, Tantangan Pasokan Tak Ganggu Minat Konsumen
Analisis JP Morgan menunjukkan permintaan iPhone 18 Pro dan Pro Max lebih tinggi dibandingkan versi sebelumnya, meski terjadi penyesuaian pasokan komponen.
13 Oktober 2026

Perbedaan Pendapat dalam Hubungan Bukan Ancaman
Perbedaan pandangan dalam hubungan adalah hal wajar, yang penting adalah cara menanganinya dengan komunikasi sehat dan empati.
13 Oktober 2026

Sisa Dana MBG Rp34 M di SPPG Belum Disetor ke Negara
BPK mencatat sisa dana Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp34,33 miliar di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi belum disetor ke kas negara hingga akhir 2025.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ruben Onsu Laporkan Fitnah Lewat Media, Polisi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.30 WITA

Operasi Gabungan Gerebek Sembilan Lokasi Narkoba di Sumut
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

DPR Minta Status Bencana Nasional Atas Karhutla
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

BGN Ajak Masyarakat Laporkan Dugaan Penipuan SPPG
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Fokus Raih Emas di Bulu Tangkis dan Atletik Asian Para Games 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

Penertiban Parkir Liar Ricuh, Gubernur Minta Proses Hukum
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

Huawei Siap Luncurkan Submerek Star Shine untuk Pasar Menengah Bawah
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.26 WITA

Turis China Lapor Pencurian Perhiasan Rp179 Juta di Bali
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.15 WITA

