Robinson: Pancasila Fondasi Keberhasilan Indonesia Pasca-Kolonial
Peraih Nobel Ekonomi 2024 menilai Pancasila sebagai pilar penting dalam keberhasilan pembangunan Indonesia pasca-kolonial, berbeda dari negara-negara Afrika yang mengalami stagnasi.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - James A. Robinson, penerima penghargaan Nobel Ekonomi tahun 2024, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap ideologi Pancasila sebagai fondasi utama dalam membangun negara Indonesia pasca-kolonial. Ia menekankan bahwa keberagaman budaya, bahasa, dan etnis di Indonesia justru menjadi kekuatan ketika dipadukan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Menurutnya, gagasan filosofis di balik kesatuan bangsa ini merupakan elemen krusial yang perlu dieksplorasi lebih dalam dalam konteks pembangunan negara.
Robinson menyoroti perbandingan historis antara Indonesia dengan negara-negara pascakolonial lain seperti Nigeria dan Republik Demokratik Kongo, yang meski juga pernah mengalami penjajahan ekstraktif dan sistem kekerasan, justru mengalami tantangan besar dalam membangun institusi negara yang stabil. Ia menilai Indonesia berhasil menghindari kegagalan struktural yang umum terjadi di wilayah Afrika, sebagian besar karena adanya kerangka ideologis yang kuat seperti Pancasila.
Dalam diskusi yang digelar bersama Dewan Ekonomi Nasional dan Prasasti Center for Policy Studies, Robinson menyatakan bahwa meskipun tidak bisa menjamin Pancasila sebagai satu-satunya faktor keberhasilan, ia tetap melihatnya sebagai fenomena menarik yang layak dikaji secara akademik. Ia menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kebijakan ekonomi, tetapi juga pada konsensus sosial dan kesepakatan filosofis yang mendasari kehidupan berbangsa.
Ia mencontohkan negara-negara seperti Korea Selatan, yang berhasil membangun fondasi ekonomi kuat berkat kerangka ideologis dan institusi yang stabil. Dalam konteks Indonesia, Robinson menilai Pancasila berperan sebagai pilar yang mampu menyeimbangkan keberagaman dan menumbuhkan rasa kebersamaan, sehingga menjadi fondasi penting bagi stabilitas politik dan ekonomi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Huawei Siap Luncurkan Submerek Star Shine untuk Pasar Menengah Bawah
Huawei mempersiapkan submerek baru bernama Star Shine untuk menjangkau konsumen di segmen kelas menengah ke bawah dengan perangkat berharga terjangkau.
13 Oktober 2026

Singapura Catat Puncak Kasus Flu Akibat Kabut Asap
Peningkatan kasus influenza di Singapura mencapai puncak sejak Februari 2024, didorong oleh kualitas udara buruk akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
13 Oktober 2026

Pasar Bersejarah Paris Dilahap Api, Hancur Total
Kebakaran misterius pada dini hari menghancurkan pasar tertua dan tertutup di Paris, Marche des Enfants Rouges, yang telah berdiri sejak 1615, hingga tak tersisa bangunan utuh.
13 Oktober 2026

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Otoritas Delhi menutup enam stasiun metro dan menerapkan pembatasan lalu lintas menyusul aksi protes massal terhadap revisi daftar pemilih yang menimbulkan kontroversi.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ruben Onsu Laporkan Fitnah Lewat Media, Polisi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.30 WITA

Operasi Gabungan Gerebek Sembilan Lokasi Narkoba di Sumut
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

DPR Minta Status Bencana Nasional Atas Karhutla
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

BGN Ajak Masyarakat Laporkan Dugaan Penipuan SPPG
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

China Kurangi Insentif Ekspor NEV Mulai 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.28 WITA

Indonesia Fokus Raih Emas di Bulu Tangkis dan Atletik Asian Para Games 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

Penertiban Parkir Liar Ricuh, Gubernur Minta Proses Hukum
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

Ekspor Benih Lobster Dihentikan Selamanya untuk Dorong Budi Daya Lokal
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

