Singapura Catat Puncak Kasus Flu Akibat Kabut Asap
Peningkatan kasus influenza di Singapura mencapai puncak sejak Februari 2024, didorong oleh kualitas udara buruk akibat kabut asap dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kasus influenza di Singapura mencapai tingkat tertinggi dalam 32 bulan terakhir, dengan 44% sampel pernapasan positif terdeteksi pada periode 27 September hingga 3 Oktober 2026. Angka ini melonjak drastis dibandingkan 20% pada awal Agustus, menandai peningkatan signifikan yang berkaitan erat dengan penyebaran kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah sekitar. Badan Penyakit Menular Singapura mencatat tren ini sebagai yang paling tinggi sejak pelaporan mingguan dimulai pada Februari 2024.
Meningkatnya jumlah pasien dengan gangguan pernapasan menyebabkan tekanan signifikan pada fasilitas kesehatan. Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengonfirmasi bahwa unit gawat darurat dan poliklinik melaporkan lonjakan kasus setiap minggu. Kementerian Kesehatan telah menyalakan protokol respons terhadap kabut asap, yang diaktifkan secara otomatis sesuai kondisi kualitas udara, guna memastikan kesiapan sistem kesehatan menghadapi lonjakan kasus.
Di Rumah Sakit Umum Singapura (SGH), Dr Chew Si Yuan, konsultan pernapasan dan perawatan kritis, menyebut influenza kini menjadi penyebab dominan infeksi saluran pernapasan. Ia menyatakan bahwa jumlah kasus dalam sebulan terakhir dua hingga tiga kali lipat dari rata-rata normal. Untuk menangani lonjakan, rumah sakit telah menerapkan penempatan staf tambahan secara dinamis dan memperkuat sistem pemantauan pasien berisiko tinggi.
Upaya penanganan juga mencakup penggunaan alat pembersih udara, penutupan jendela dan pintu di bangsal non-AC, serta pengiriman obat ke rumah bagi pasien yang membutuhkan. Langkah ini bertujuan meminimalkan paparan terhadap polusi udara yang dapat memperparah kondisi pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit paru atau jantung.
Pada Selasa pagi waktu setempat, indeks pencemaran udara (PSI) mencapai 173 di wilayah barat Singapura, menyusul 167 di tengah, 150 di timur, 134 di selatan, dan 126 di utara. Angka ini berada dalam kategori "tidak sehat", jauh melampaui ambang sehat (0–50) dan moderat (51–100), menunjukkan kondisi udara yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Huawei Siap Luncurkan Submerek Star Shine untuk Pasar Menengah Bawah
Huawei mempersiapkan submerek baru bernama Star Shine untuk menjangkau konsumen di segmen kelas menengah ke bawah dengan perangkat berharga terjangkau.
13 Oktober 2026

Pasar Bersejarah Paris Dilahap Api, Hancur Total
Kebakaran misterius pada dini hari menghancurkan pasar tertua dan tertutup di Paris, Marche des Enfants Rouges, yang telah berdiri sejak 1615, hingga tak tersisa bangunan utuh.
13 Oktober 2026

Robinson: Pancasila Fondasi Keberhasilan Indonesia Pasca-Kolonial
Peraih Nobel Ekonomi 2024 menilai Pancasila sebagai pilar penting dalam keberhasilan pembangunan Indonesia pasca-kolonial, berbeda dari negara-negara Afrika yang mengalami stagnasi.
13 Oktober 2026

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Otoritas Delhi menutup enam stasiun metro dan menerapkan pembatasan lalu lintas menyusul aksi protes massal terhadap revisi daftar pemilih yang menimbulkan kontroversi.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ruben Onsu Laporkan Fitnah Lewat Media, Polisi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.30 WITA

Operasi Gabungan Gerebek Sembilan Lokasi Narkoba di Sumut
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

DPR Minta Status Bencana Nasional Atas Karhutla
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

BGN Ajak Masyarakat Laporkan Dugaan Penipuan SPPG
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.29 WITA

China Kurangi Insentif Ekspor NEV Mulai 2027
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.28 WITA

Indonesia Fokus Raih Emas di Bulu Tangkis dan Atletik Asian Para Games 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

Penertiban Parkir Liar Ricuh, Gubernur Minta Proses Hukum
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

Ekspor Benih Lobster Dihentikan Selamanya untuk Dorong Budi Daya Lokal
Selasa, 13 Oktober 2026, 09.27 WITA

