Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KB Bank Luncurkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Bunga 9,3%

KB Bank menawarkan obligasi subordinasi senilai Rp500 miliar melalui PUB Tahap II, dengan tingkat bunga maksimal 9,3% per tahun dan jatuh tempo hingga 2033.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
KB Bank Luncurkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Bunga 9,3%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) resmi memperkenalkan penerbitan obligasi subordinasi tahap kedua dalam rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV tahun 2026. Total nilai yang ditawarkan mencapai Rp500 miliar, dibagi dalam dua seri dengan struktur tenor dan tingkat imbal hasil berbeda. Seri A sebesar Rp425 miliar menawarkan bunga tahunan 8,95% dengan jatuh tempo lima tahun, sementara Seri B senilai Rp75 miliar menawarkan imbal hasil lebih tinggi, yakni 9,30%, dengan tenor tujuh tahun.

Pembayaran bunga dilakukan secara triwulanan, dengan jadwal pembayaran pertama pada 16 Januari 2027. Pokok obligasi Seri A akan dilunasi penuh pada 16 Januari 2031, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 16 Januari 2033. Penawaran umum berlangsung pada 12 hingga 13 Oktober 2026, disusul penjatahan pada 14 Oktober, dan distribusi obligasi dilakukan pada 16 Oktober. Obligasi direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 19 Oktober 2026.

Peringkat keuangan yang diberikan oleh PT Fitch Ratings Indonesia, yaitu AAidn (Double A), telah dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026, menunjukkan kualitas risiko yang terkendali. Penerbitan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada 2025, dengan nilai pokok sebesar Rp248 miliar, dan menjadi bagian dari target penghimpunan dana total Rp1 triliun untuk seluruh rangkaian PUB tersebut.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026, KB Bank mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar, berbalik dari kerugian sebesar Rp6,33 triliun pada tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan perbaikan signifikan dibandingkan laba tahun berjalan 2025 yang sebesar Rp66,59 miliar. Secara keseluruhan, aset perusahaan mencapai Rp93,01 triliun, meningkat dari Rp89,79 triliun pada akhir tahun 2025, dengan liabilitas sebesar Rp84,75 triliun dan ekuitas Rp8,26 triliun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya