KB Bank Luncurkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Bunga 9,3%
KB Bank menawarkan obligasi subordinasi senilai Rp500 miliar melalui PUB Tahap II, dengan tingkat bunga maksimal 9,3% per tahun dan jatuh tempo hingga 2033.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 23.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Bank KB Indonesia Tbk. (BBKP) resmi memperkenalkan penerbitan obligasi subordinasi tahap kedua dalam rangkaian Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV tahun 2026. Total nilai yang ditawarkan mencapai Rp500 miliar, dibagi dalam dua seri dengan struktur tenor dan tingkat imbal hasil berbeda. Seri A sebesar Rp425 miliar menawarkan bunga tahunan 8,95% dengan jatuh tempo lima tahun, sementara Seri B senilai Rp75 miliar menawarkan imbal hasil lebih tinggi, yakni 9,30%, dengan tenor tujuh tahun.
Pembayaran bunga dilakukan secara triwulanan, dengan jadwal pembayaran pertama pada 16 Januari 2027. Pokok obligasi Seri A akan dilunasi penuh pada 16 Januari 2031, sedangkan Seri B jatuh tempo pada 16 Januari 2033. Penawaran umum berlangsung pada 12 hingga 13 Oktober 2026, disusul penjatahan pada 14 Oktober, dan distribusi obligasi dilakukan pada 16 Oktober. Obligasi direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai 19 Oktober 2026.
Peringkat keuangan yang diberikan oleh PT Fitch Ratings Indonesia, yaitu AAidn (Double A), telah dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026, menunjukkan kualitas risiko yang terkendali. Penerbitan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada 2025, dengan nilai pokok sebesar Rp248 miliar, dan menjadi bagian dari target penghimpunan dana total Rp1 triliun untuk seluruh rangkaian PUB tersebut.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2026, KB Bank mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar, berbalik dari kerugian sebesar Rp6,33 triliun pada tahun sebelumnya. Capaian ini mencerminkan perbaikan signifikan dibandingkan laba tahun berjalan 2025 yang sebesar Rp66,59 miliar. Secara keseluruhan, aset perusahaan mencapai Rp93,01 triliun, meningkat dari Rp89,79 triliun pada akhir tahun 2025, dengan liabilitas sebesar Rp84,75 triliun dan ekuitas Rp8,26 triliun.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Saham Grup Prajogo Anjlok, CUAN dan BREN Terpuruk Hampir 13%
Sejumlah emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu melemah tajam pada perdagangan Senin, dengan CUAN dan BREN turun hampir 13% di tengah tekanan pasar dan sentimen global.
12 Oktober 2026

Saham BIKE Tembus Batas ARA Usai Akuisisi 45% Tambang Batu Bara
Saham BIKE melonjak 24,77% ke level ARA Rp2.670 setelah resmi mengakuisisi 45% saham tambang batu bara di Kukar, dengan proyeksi pendapatan hingga US$84 juta per tahun.
12 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.895, Tekanan Global Meningkat
Rupiah berakhir melemah 0,11% ke Rp17.895 per dolar AS pada Senin (12/10/2026), dipengaruhi tekanan global dan kekhawatiran geopolitik.
12 Oktober 2026

Astra Perkuat Kendali di Astra Otoparts Lewat Tender Sukarela
Astra International menawarkan pembelian saham tambahan di Astra Otoparts dengan harga Rp3.600 per saham, meningkatkan kepemilikan hingga 84,947% tanpa mengganggu operasional dan menjaga free float minimal 15%.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Menteri Tenaga Kerja Jerman Mundur Usai Kematian Putri Tiri
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Warga Protes Proyek Sungai Raksasa, Tanah Leluhur Tenggelam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Remaja 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Prancis
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Pemerintah Catat Keberhasilan Pemadaman Karhutla Lebih dari 80%
Senin, 12 Oktober 2026, 23.06 WITA

Enam Stasiun Metro Ditutup Usai Aksi Protes Pemilu di Delhi
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

11 Tewas dalam Tabrakan Bus dan Truk di Turki Barat
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Indonesia Perkuat Peran di PBB dari Dalam
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

Aset FTX Bangkit sebagai Pusat Data AI
Senin, 12 Oktober 2026, 23.05 WITA

