Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

HIMKI Perkuat Ekspor Kerajinan Lewat TEI 2026

HIMKI hadirkan paviliun khusus di TEI 2026 untuk dorong promosi berkelanjutan dan tingkatkan ekspor furnitur serta kerajinan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
HIMKI Perkuat Ekspor Kerajinan Lewat TEI 2026📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mengambil peran strategis dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang diselenggarakan di ICE BSD City, Tangerang, pada 14–18 Oktober. Melalui kehadiran mereka, organisasi ini menekankan pentingnya membangun sistem promosi ekspor yang terencana dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret adalah pengadaan Furniture & Home Décor Pavilion sebagai ruang eksklusif untuk memamerkan produk unggulan dari pelaku industri nasional.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa pameran pada semester pertama menjadi awal penting dalam memperkenalkan kapasitas produksi Indonesia ke pasar global. Namun, ia menilai semester kedua melalui TEI harus menjadi momentum lanjutan untuk memperkuat koneksi dengan pembeli internasional, menjajaki kerja sama bisnis, dan mendorong terjadinya transaksi ekspor yang nyata. Ia menekankan bahwa promosi harus dilakukan secara konsisten sepanjang tahun, bukan hanya sekadar saat pameran berlangsung.

Menurutnya, ekosistem pameran yang efektif membutuhkan dukungan menyeluruh, termasuk kurasi produk, promosi global, kehadiran buyer berkualitas, business matching, forum informasi pasar, pemahaman regulasi perdagangan, serta pendampingan logistik dan pembiayaan. Dengan pendekatan terintegrasi ini, diharapkan pelaku usaha dapat menjangkau pasar baru dan memperkuat daya saing produk Indonesia di kancah internasional.

Kehadiran HIMKI dalam TEI 2026 juga mencerminkan sinergi antara sektor swasta dan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, dalam mendorong pertumbuhan ekspor. Upaya ini sejalan dengan target nasional untuk mencapai nilai ekspor sektor furnitur dan kerajinan sebesar 6 miliar dolar AS pada tahun 2030. Realisasi target tersebut memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri, asosiasi, perwakilan perdagangan, lembaga pembiayaan, hingga penyelenggara pameran.

Untuk memaksimalkan peluang, HIMKI mendorong anggotanya memanfaatkan berbagai forum bisnis selama TEI 2026, seperti pertemuan Indonesia-Amerika Serikat, Indonesia-Afrika Barat, peluang pasar Rusia dan kawasan CIS, serta lokakarya pemanfaatan I-EU CEPA. Forum-forum ini diharapkan membantu industri memahami dinamika regulasi, mengenali pasar alternatif, serta membangun kemitraan lintas negara yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya