Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pasar Bersejarah Paris Dilahap Api, Hancur Total

Kebakaran misterius pada dini hari menghancurkan pasar tertua dan tertutup di Paris, Marche des Enfants Rouges, yang telah berdiri sejak 1615, hingga tak tersisa bangunan utuh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
Pasar Bersejarah Paris Dilahap Api, Hancur Total📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar makanan tertua dan tertutup di kota Paris, Marche des Enfants Rouges, mengalami kehancuran total akibat kebakaran yang melanda pada Senin dini hari, 12 Oktober 2026. Api yang berkobar sekitar pukul 03.00 waktu setempat menyebabkan atap dan struktur utama pasar runtuh dalam waktu singkat, menimbulkan kerusakan permanen pada situs bersejarah yang menjadi ikon wisata di distrik Marais.

Petugas pemadam kebakaran Prancis dikerahkan dalam jumlah besar untuk menangani kebakaran yang sulit dipadamkan, bahkan beberapa jam setelah api padam, puing-puing masih mengeluarkan asap tebal. Operasi pemadaman berlangsung intensif hingga menjelang pagi, namun tidak berhasil menyelamatkan bangunan yang telah berdiri selama empat abad.

Wali Kota Paris Pusat, Ariel Weil, mengonfirmasi bahwa pasar tersebut telah "hancur total" dan tidak dapat diperbaiki. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas kehilangan warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dengan pihak berwajib menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau kerusakan listrik sebagai penyebab awal.

Pasar yang didirikan pada masa pemerintahan Raja Louis XIII pada tahun 1615 ini awalnya dinamai berdasarkan panti asuhan di dekatnya yang menampung anak-anak berpakaian merah. Selama berabad-abad, lokasi ini menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial bagi warga lokal, serta destinasi favorit wisatawan karena arsitektur khas dan suasana tradisionalnya. Kehilangan bangunan ini menjadi duka besar bagi komunitas budaya kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya