Indonesia Perkuat Persiapan Aksesi CPTPP Melalui Koordinasi Lintas Kementerian
Indonesia mempercepat kesiapan aksesi CPTPP dengan memperkuat sinergi antarkementerian dan memetakan kesesuaian regulasi dengan standar perjanjian perdagangan global.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.41 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 119x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memperkuat langkah strategis menuju aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) melalui pemetaan komprehensif terhadap kesiapan kebijakan nasional. Kegiatan ini dilakukan melalui lokakarya yang dihadiri perwakilan negara anggota CPTPP, termasuk Chili, Meksiko, dan Peru, untuk berbagi pengalaman praktis dalam memenuhi komitmen perjanjian. Forum tersebut menjadi wadah penting bagi Indonesia untuk memahami proses aksesi secara mendalam dan menyesuaikan kerangka hukum serta regulasi domestik dengan standar internasional.
Edi Prio Pambudi, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, menekankan bahwa keanggotaan CPTPP bukan hanya soal komitmen, melainkan juga kesiapan sistemik. Ia menyoroti pentingnya sistem perdagangan global yang adil, transparan, dan berbasis aturan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, kehadiran Indonesia dalam CPTPP diharapkan mampu memperluas jangkauan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Asia dan Amerika Latin.
Proses persiapan mencakup berbagai sektor krusial, termasuk akses pasar, perlindungan investasi, aturan asal barang, pengadaan pemerintah, persaingan usaha, kebijakan BUMN, perdagangan digital, ketenagakerjaan, dan keberlanjutan lingkungan. Indonesia telah menetapkan tujuan untuk memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum diskusi formal dimulai pada Juni 2026, sesuai keputusan Komisi CPTPP yang didasarkan pada prinsip-prinsip Auckland. Tahap ini menjadi momen penting bagi Indonesia untuk menyampaikan kebijakan yang berlaku, menerima masukan, dan menyusun langkah perbaikan.
Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci utama dalam menyusun respons terhadap dokumen indicative checklist yang menjadi dasar penilaian kesesuaian regulasi. Kemenko Perekonomian menekankan perlunya respons yang utuh, konsisten, dan terbuka dari seluruh instansi terkait agar proses aksesi berjalan efektif. Dengan pendekatan terpadu ini, diharapkan Indonesia tidak hanya memenuhi standar CPTPP, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi nasional melalui diversifikasi rantai pasok dan penguatan sektor manufaktur, jasa, serta investasi.
Tujuan akhirnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kesiapan yang terkoordinasi diharapkan menjadi bukti komitmen nyata Indonesia dalam berpartisipasi aktif dalam sistem perdagangan global yang terbuka dan berkeadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

