Selasa, 15 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

INKA Harus Bangkit dari Krisis Keuangan

Kepala BP BUMN menekankan transformasi menyeluruh di INKA untuk atasi ekuitas negatif dan utang besar, demi perkuat kinerja dan industri perkeretaapian nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
INKA Harus Bangkit dari Krisis Keuangan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kini menghadapi tantangan serius terkait kesehatan keuangan dan struktur bisnis. Dengan ekuitas negatif dan beban utang tak terbayarkan mencapai Rp4,7 triliun, perusahaan tercatat merugi sebesar Rp670 miliar. Kondisi ini menuntut langkah perbaikan fundamental yang mendalam, bukan sekadar perbaikan teknis. Kepala BP BUMN, Danantara Dony Oskaria, menegaskan bahwa pemulihan tidak bisa terjadi tanpa komitmen bersama dari seluruh jajaran manajemen dan karyawan.

Transformasi yang dijalankan harus menyeluruh, mencakup seluruh aspek operasional mulai dari tata kelola perusahaan, budaya kerja, kualitas produksi, hingga sistem keuangan dan proses bisnis. Dony menekankan pentingnya penyusunan grand plan terintegrasi yang menjadi pedoman utama dalam menjalankan perbaikan. Tanpa rencana strategis yang jelas dan disiplin implementasi, upaya perbaikan akan sulit berkelanjutan.

Perbaikan INKA dinilai memiliki dampak strategis bagi kemajuan industri perkeretaapian nasional. Sebagai produsen kereta api terbesar dalam negeri, perusahaan ini berpotensi menjadi penggerak industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja. Dony menekankan bahwa tujuan akhir bukan hanya menyelamatkan INKA dari krisis, tetapi menjadikannya perusahaan manufaktur yang efisien, kompetitif, dan mampu bersaing secara global.

Kesuksesan transformasi akan ditentukan oleh kualitas tata kelola yang kuat, pengelolaan keuangan yang sehat, serta konsistensi dalam menerapkan perbaikan sistemik. Dengan fondasi yang diperkuat, INKA diharapkan tidak hanya bangkit dari keterpurukan, tetapi menjadi motor utama dalam membangun ekosistem perkeretaapian yang mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya