INKA Harus Bangkit dari Krisis Keuangan
Kepala BP BUMN menekankan transformasi menyeluruh di INKA untuk atasi ekuitas negatif dan utang besar, demi perkuat kinerja dan industri perkeretaapian nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kini menghadapi tantangan serius terkait kesehatan keuangan dan struktur bisnis. Dengan ekuitas negatif dan beban utang tak terbayarkan mencapai Rp4,7 triliun, perusahaan tercatat merugi sebesar Rp670 miliar. Kondisi ini menuntut langkah perbaikan fundamental yang mendalam, bukan sekadar perbaikan teknis. Kepala BP BUMN, Danantara Dony Oskaria, menegaskan bahwa pemulihan tidak bisa terjadi tanpa komitmen bersama dari seluruh jajaran manajemen dan karyawan.
Transformasi yang dijalankan harus menyeluruh, mencakup seluruh aspek operasional mulai dari tata kelola perusahaan, budaya kerja, kualitas produksi, hingga sistem keuangan dan proses bisnis. Dony menekankan pentingnya penyusunan grand plan terintegrasi yang menjadi pedoman utama dalam menjalankan perbaikan. Tanpa rencana strategis yang jelas dan disiplin implementasi, upaya perbaikan akan sulit berkelanjutan.
Perbaikan INKA dinilai memiliki dampak strategis bagi kemajuan industri perkeretaapian nasional. Sebagai produsen kereta api terbesar dalam negeri, perusahaan ini berpotensi menjadi penggerak industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja. Dony menekankan bahwa tujuan akhir bukan hanya menyelamatkan INKA dari krisis, tetapi menjadikannya perusahaan manufaktur yang efisien, kompetitif, dan mampu bersaing secara global.
Kesuksesan transformasi akan ditentukan oleh kualitas tata kelola yang kuat, pengelolaan keuangan yang sehat, serta konsistensi dalam menerapkan perbaikan sistemik. Dengan fondasi yang diperkuat, INKA diharapkan tidak hanya bangkit dari keterpurukan, tetapi menjadi motor utama dalam membangun ekosistem perkeretaapian yang mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat regional maupun internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga iPhone di Indonesia: Bukan Hanya Soal Pajak
Perbedaan harga iPhone di Indonesia disebabkan oleh kombinasi faktor teknis, regulasi, dan strategi bisnis, bukan semata-mata pajak tinggi.
15 September 2026

Trump dan Huang Dorong Percepatan AI Tanpa Regulasi Berlebihan
Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap kecerdasan buatan adalah hoaks, sekaligus menekankan potensi ekonomi besar dari pusat data dan industri AI.
15 September 2026

Purbaya Serahkan Jabatan, Air Baltic Ajukan Kebangkrutan
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan tugas sebagai Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara, sementara Air Baltic mengajukan perlindungan hukum di AS untuk kelola utang USD 405 juta.
15 September 2026

Asing Jual Saham ANTM hingga Rp209 Miliar di Tengah Perubahan Menteri Keuangan
Investor asing catatkan net sell Rp337,4 miliar pada 14 September 2026, dengan Aneka Tambang jadi saham paling banyak dilepas.
15 September 2026
Berita Lainnya

Chery Perkenalkan Robot Keamanan dan Perawat di IFA 2026
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

BYD Siap Uji Coba Mobil Baterai Solid-State Tahun Depan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

iPhone, Mac, dan Apple Watch Terintegrasi untuk Produktivitas Maksimal
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

MacBook Unggul di Efisiensi, Integrasi, dan Keamanan
Selasa, 15 September 2026, 22.46 WITA

Menghidupkan Kenangan 80-an Lewat AI dalam Satu Perintah
Selasa, 15 September 2026, 22.45 WITA

Lima Tantangan Strategis Sektor Tambang di Depan Mata
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

29 Kg Emas Ilegal Digagalkan di Empat Bandara Nasional
Selasa, 15 September 2026, 22.38 WITA

Cadangan Batu Bara PTBA Masih Terbatas, Posisi Produksi di Papan Tengah
Selasa, 15 September 2026, 22.37 WITA


