Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Global Melonjak untuk Proyek Sampah Jadi Listrik

Tiga pilar kebijakan baru mendorong minat global terhadap proyek energi dari sampah di Indonesia, terbukti dengan komitmen pembiayaan lebih dari US$ 4 miliar dari 34 lembaga keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
Investasi Global Melonjak untuk Proyek Sampah Jadi Listrik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proyek Pengolahan Sampah Berbasis Energi Listrik (PSEL) di Indonesia kini menjadi magnet bagi investasi global, didorong oleh sejumlah perubahan mendasar dalam kerangka regulasi dan tata kelola. PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), sebagai pelaksana utama, menilai keberhasilan ini tak lepas dari penguatan kapasitas usaha yang berkelanjutan, dukungan fiskal dari pemerintah pusat hingga daerah, serta penerapan mekanisme perizinan terpadu.

Dalam paparannya, CEO Denera Fadli Rahman menegaskan bahwa kebijakan terbaru telah menciptakan ekosistem yang jauh lebih kondusif bagi investor. Pemerintah kini secara aktif menangani aspek krusial seperti penyediaan lahan, pembangunan jaringan transmisi, hingga proses perizinan, termasuk Amdal dan Persetujuan Bangunan Gedung. Dengan demikian, risiko yang biasanya menghambat proyek pun dikelola secara kolektif oleh lembaga terkait.

Salah satu terobosan utama adalah penerapan skema one stop service melalui sinergi antara Danantara dan Denera. Investor dan mitra teknologi kini hanya berinteraksi dengan satu entitas, yang menangani seluruh proses administratif. Dari perizinan hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PT PLN (Persero), semuanya diproses secara terintegrasi dan efisien.

Hasilnya nyata: dalam waktu satu tahun sejak Perpres diterbitkan, tiga lokasi PSEL tahap pertama di Denpasar, Bekasi, dan Bogor Raya telah memasuki tahap konstruksi tiang pancang. Kecepatan ini menjadi bukti nyata efektivitas sistem baru. Kepemimpinan Denera dan dukungan pemerintah berhasil menarik partisipasi 34 lembaga keuangan internasional, dengan komitmen pendanaan mencapai lebih dari US$ 4 miliar—melebihi kebutuhan awal sebesar US$ 1 miliar hingga 3,6 kali lipat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya