Investasi Global Melonjak untuk Proyek Sampah Jadi Listrik
Tiga pilar kebijakan baru mendorong minat global terhadap proyek energi dari sampah di Indonesia, terbukti dengan komitmen pembiayaan lebih dari US$ 4 miliar dari 34 lembaga keuangan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proyek Pengolahan Sampah Berbasis Energi Listrik (PSEL) di Indonesia kini menjadi magnet bagi investasi global, didorong oleh sejumlah perubahan mendasar dalam kerangka regulasi dan tata kelola. PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), sebagai pelaksana utama, menilai keberhasilan ini tak lepas dari penguatan kapasitas usaha yang berkelanjutan, dukungan fiskal dari pemerintah pusat hingga daerah, serta penerapan mekanisme perizinan terpadu.
Dalam paparannya, CEO Denera Fadli Rahman menegaskan bahwa kebijakan terbaru telah menciptakan ekosistem yang jauh lebih kondusif bagi investor. Pemerintah kini secara aktif menangani aspek krusial seperti penyediaan lahan, pembangunan jaringan transmisi, hingga proses perizinan, termasuk Amdal dan Persetujuan Bangunan Gedung. Dengan demikian, risiko yang biasanya menghambat proyek pun dikelola secara kolektif oleh lembaga terkait.
Salah satu terobosan utama adalah penerapan skema one stop service melalui sinergi antara Danantara dan Denera. Investor dan mitra teknologi kini hanya berinteraksi dengan satu entitas, yang menangani seluruh proses administratif. Dari perizinan hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PT PLN (Persero), semuanya diproses secara terintegrasi dan efisien.
Hasilnya nyata: dalam waktu satu tahun sejak Perpres diterbitkan, tiga lokasi PSEL tahap pertama di Denpasar, Bekasi, dan Bogor Raya telah memasuki tahap konstruksi tiang pancang. Kecepatan ini menjadi bukti nyata efektivitas sistem baru. Kepemimpinan Denera dan dukungan pemerintah berhasil menarik partisipasi 34 lembaga keuangan internasional, dengan komitmen pendanaan mencapai lebih dari US$ 4 miliar—melebihi kebutuhan awal sebesar US$ 1 miliar hingga 3,6 kali lipat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Pembangunan PLTS terapung di Waduk Tembesi, Batam, telah menyelesaikan 74 persen tahap konstruksi dengan kapasitas 46 MWp dan proyeksi produksi listrik 61 GWh per tahun.
24 Oktober 2026

Peta Hak Dasar Desa Siap Dukung Pembangunan Berbasis HAM
KemenHAM memperkenalkan Peta Pemenuhan Hak Dasar hingga tingkat desa melalui platform DESAHAM sebagai alat pemantauan berbasis data dalam perencanaan pembangunan nasional.
24 Oktober 2026

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Otorita IKN resmi menandatangani PKS proyek perumahan dan investasi swasta senilai total Rp4,04 triliun, melibatkan lima perusahaan di sektor pangan, mebel, komersial, kuliner, dan olahraga.
24 Oktober 2026

Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 85,8% Progres Fisik
Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A telah menyelesaikan 85,8% pekerjaan fisik per akhir September 2026, dengan target penyelesaian akhir 2027.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

