IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta Ditunda Hingga Pasar Siap
Pemprov DKI menunda rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta hingga kondisi pasar memungkinkan, sambil memastikan tetap menjaga kendali mayoritas atas kedua BUMD.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menunda pelaksanaan penawaran saham perdana (IPO) bagi dua badan usaha milik daerah (BUMD), yakni PAM Jaya dan Bank Jakarta, hingga waktu yang lebih tepat di masa depan. Keputusan ini diambil lantaran kondisi pasar modal saat ini dinilai belum mendukung, sehingga rencana pelantaiannya akan dipertimbangkan kembali pada tahun depan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa kesiapan pasar menjadi faktor penentu utama dalam menentukan momentum pelaksanaan IPO.
Pemprov DKI menekankan bahwa penundaan bukan berarti menghentikan rencana, melainkan menunggu momen yang optimal agar proses IPO berjalan efektif dan menguntungkan. Meski belum menentukan bulan pasti, pihaknya menyatakan bahwa target pelaksanaan tetap berada dalam jangka waktu satu tahun ke depan, dengan penyesuaian terhadap dinamika pasar dan kesiapan perusahaan. Tujuan utamanya adalah memperkuat struktur tata kelola kedua BUMD melalui partisipasi investor publik.
Pemegang saham mayoritas tetap akan dipertahankan oleh Pemprov DKI Jakarta, baik dalam skema IPO maupun setelah perusahaan go public. Hal ini akan diatur melalui peraturan daerah (Perda) guna menjamin kontrol strategis tetap berada di tangan pemerintah daerah. Pramono menegaskan bahwa keberadaan investor publik diharapkan mendorong transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan, tanpa mengorbankan kewenangan pemerintah atas kebijakan strategis.
Dengan demikian, rencana IPO tidak dimaksudkan sebagai pemindahtanganan kendali, melainkan sebagai langkah transformasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing kedua BUMD. Kedua perusahaan telah melakukan konsultasi awal dengan otoritas pasar modal untuk memastikan kesiapan teknis dan regulasi sebelum pelaksanaan. Pemprov DKI berharap proses ini dapat berjalan mulus saat waktu yang tepat tiba.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

