Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta Ditunda Hingga Pasar Siap

Pemprov DKI menunda rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta hingga kondisi pasar memungkinkan, sambil memastikan tetap menjaga kendali mayoritas atas kedua BUMD.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta Ditunda Hingga Pasar Siap📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menunda pelaksanaan penawaran saham perdana (IPO) bagi dua badan usaha milik daerah (BUMD), yakni PAM Jaya dan Bank Jakarta, hingga waktu yang lebih tepat di masa depan. Keputusan ini diambil lantaran kondisi pasar modal saat ini dinilai belum mendukung, sehingga rencana pelantaiannya akan dipertimbangkan kembali pada tahun depan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa kesiapan pasar menjadi faktor penentu utama dalam menentukan momentum pelaksanaan IPO.

Pemprov DKI menekankan bahwa penundaan bukan berarti menghentikan rencana, melainkan menunggu momen yang optimal agar proses IPO berjalan efektif dan menguntungkan. Meski belum menentukan bulan pasti, pihaknya menyatakan bahwa target pelaksanaan tetap berada dalam jangka waktu satu tahun ke depan, dengan penyesuaian terhadap dinamika pasar dan kesiapan perusahaan. Tujuan utamanya adalah memperkuat struktur tata kelola kedua BUMD melalui partisipasi investor publik.

Pemegang saham mayoritas tetap akan dipertahankan oleh Pemprov DKI Jakarta, baik dalam skema IPO maupun setelah perusahaan go public. Hal ini akan diatur melalui peraturan daerah (Perda) guna menjamin kontrol strategis tetap berada di tangan pemerintah daerah. Pramono menegaskan bahwa keberadaan investor publik diharapkan mendorong transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan perusahaan, tanpa mengorbankan kewenangan pemerintah atas kebijakan strategis.

Dengan demikian, rencana IPO tidak dimaksudkan sebagai pemindahtanganan kendali, melainkan sebagai langkah transformasi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing kedua BUMD. Kedua perusahaan telah melakukan konsultasi awal dengan otoritas pasar modal untuk memastikan kesiapan teknis dan regulasi sebelum pelaksanaan. Pemprov DKI berharap proses ini dapat berjalan mulus saat waktu yang tepat tiba.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya