Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jembatan Amnokkang Diresmikan, Perkuat Kerja Sama Strategis Korea Utara-China

Peresmian jembatan Sungai Amnokkang menjadi simbol komitmen kedua negara dalam memperdalam kerja sama ekonomi dan politik di bawah fondasi persahabatan bersama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Jembatan Amnokkang Diresmikan, Perkuat Kerja Sama Strategis Korea Utara-China📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Kabinet Korea Utara, Pak Thae Song, menegaskan bahwa peresmian jembatan baru di Sungai Amnokkang menjadi langkah strategis untuk menaikkan kualitas hubungan bilateral dengan China. Upacara yang berlangsung pada Kamis, 15 Oktober, dihadiri pejabat tinggi kedua negara, termasuk duta besar, serta disaksikan langsung oleh masyarakat setempat. Setelah pemotongan pita, kendaraan dari kedua sisi perbatasan melintasi struktur baru yang kini menjadi jalur utama lalu lintas darat antarnegara.

Pak Thae Song menyatakan bahwa hubungan Korea Utara-China telah didasarkan pada nilai sosialis, visi bersama, dan tujuan kolektif yang selaras dengan kepentingan rakyat masing-masing negara. Ia menekankan bahwa jembatan tersebut bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga simbol komitmen untuk membawa kerja sama ke tingkat yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Dengan akses yang lebih lancar, pihaknya optimistis jembatan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama.

Di sisi lain, Perdana Menteri Dewan Negara China Li Qiang menegaskan bahwa Beijing tetap mendukung Korea Utara dalam berbagai kondisi, termasuk di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Ia menyampaikan kesiapan Beijing untuk memperkuat kepercayaan politik dan memperluas kolaborasi di bidang praktis, termasuk perdagangan, transportasi, dan logistik. Kerja sama ini, menurut Li, akan berkontribusi pada stabilitas regional dan kesejahteraan bersama.

Fasilitas pendukung di sekitar jembatan telah dipersiapkan secara lengkap, mencakup pos pemeriksaan perbatasan, layanan bea cukai, dan sistem karantina. Fasilitas ini dirancang untuk mempercepat proses lintas batas dan meningkatkan efisiensi perdagangan serta mobilitas manusia. Dengan infrastruktur yang memadai, kedua negara berharap dapat memperluas kerja sama lintas batas, khususnya di sektor ekonomi dan konektivitas regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya