Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Capai 633, 3.000 Masih Hilang
Jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsoran di Nepal mencapai 633 orang, dengan lebih dari 3.000 orang masih hilang setelah operasi pencarian dilanjutkan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah pegunungan Himalaya di Nepal telah menewaskan 633 orang, sementara jumlah korban yang masih hilang diperkirakan mendekati angka 3.000. Operasi pencarian dan penyelamatan kembali digelar setelah sempat dihentikan akibat risiko bencana susulan yang mengancam keselamatan tim penolong. Otoritas bencana Nepal melaporkan bahwa total warga yang belum ditemukan mencapai 2.426 jiwa, termasuk 517 warga negara asing, sebagian besar turis dan pekerja asing yang berada di kawasan terdampak.
Kondisi darurat memaksa pemerintah Nepal mengubah kebijakan sebelumnya yang menolak bantuan asing. Kini, pihak berwenang mengundang tim spesialis dari India dan Tiongkok untuk membantu proses penyelamatan, terutama para ahli dalam operasi penyelamatan terowongan. Keputusan tersebut diambil karena situasi di lapangan dinilai sangat kritis, di mana setiap detik berharga bagi nyawa korban yang masih terjebak.
Kepala juru bicara kementerian luar negeri Nepal menjelaskan bahwa awalnya negara tidak mengizinkan bantuan internasional karena khawatir akan terjadi keributan dan gangguan logistik akibat kedatangan tim besar dari berbagai negara. Namun, dengan situasi yang semakin memburuk, keputusan itu dipertimbangkan ulang demi keselamatan jiwa manusia.
Di wilayah tetangga, Tibet, China melaporkan setidaknya tujuh orang tewas akibat bencana serupa, dengan 554 orang lainnya masih hilang. Peristiwa ini dipicu oleh longsoran es dan batuan yang menghantam Sungai Lhende Khola, yang mengalir melalui wilayah Nepal dan Tibet. Meski awalnya dikaitkan dengan gempa bumi, analisis dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan tidak ada aktivitas seismik sebelum kejadian, sehingga penyebab utama diperkirakan lebih berhubungan dengan keruntuhan gletser akibat perubahan iklim dan tekanan geologis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

The Weeknd Siap Tampil di Jakarta, 26-27 September 2026
Konser tunggal pertama The Weeknd di Jakarta digelar di Stadion Internasional Jakarta pada 26 dan 27 September 2026 dengan setlist yang diprediksi mencakup sekitar 38 lagu ikonik dari berbagai era kariernya.
13 September 2026

Pezeshkian Tegaskan Ketahanan Iran Hadapi Tekanan AS-Israel
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan tekad negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan AS dan Israel dalam pidato di New Delhi, sementara India soroti risiko keamanan maritim dan ketergantungan energi akibat krisis di Selat Hormuz.
12 September 2026

Volkswagen Siapkan PHK 60 Ribu Karyawan, Biaya Capai Rp334 Triliun
Perusahaan otomotif Jerman Volkswagen akan menanggung biaya hingga 16 miliar euro atau sekitar Rp334 triliun untuk restrukturisasi besar-besaran, termasuk pemutusan hubungan kerja hingga 60.000 karyawan secara global.
12 September 2026

Harga Bensin AS Tembus Rp72,7 Juta per Galon Akibat Ketegangan AS-Iran
Lonjakan harga bensin di AS mencapai Rp72,7 juta per galon menjelang Labor Day, dipicu serangan militer terhadap Iran dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.
8 September 2026
Berita Lainnya

Konten Kreator Kantong Merah Merambah Pungut Sampah di Kota Kendari
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Cuaca Ekstrem Berdampak pada Harga Ikan di Pasar Tradisional
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Rumah Bordil dan Alkohol Tradisional Tersembunyi di Sultra
Selasa, 15 September 2026, 03.12 WITA

Platform Digital Belum Penuhi Kewajiban Lindungi Anak
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Redmi Note 17 Pro Max Siap Hadir dengan Baterai 10.000mAh
Senin, 14 September 2026, 22.36 WITA

Pemerintah Serahkan DIM RUU Ketenagakerjaan ke DPR
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

Gibran Ucapkan Selamat untuk Menkeu Baru
Senin, 14 September 2026, 22.35 WITA

PTBA Jaga Aliran Batu Bara Lewat Rel, Tak Terganggu Kemarau
Senin, 14 September 2026, 22.34 WITA


