Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Mahasiswa Italia Demo Ricuh di Depan Kementerian Pendidikan

Demonstrasi mahasiswa di Roma berujung ricuh saat sebagian peserta melemparkan petasan ke gedung kementerian, menuntut peningkatan anggaran dan perbaikan fasilitas pendidikan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 118x dibuka
Mahasiswa Italia Demo Ricuh di Depan Kementerian Pendidikan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aksi protes besar digelar di sejumlah kota Italia, termasuk Roma, dengan mahasiswa dan pelajar menuntut peningkatan anggaran untuk pendidikan publik serta perbaikan kondisi fasilitas sekolah. Aksi tersebut berlangsung pada Jumat (16/10/2026), di mana massa bergerak menuju kantor Kementerian Pendidikan dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan perbaikan sistem pendidikan.

Ketegangan memuncak saat sebagian peserta melemparkan petasan ke arah gedung yang dipasangi pengawalan polisi. Insiden tersebut memicu reaksi cepat dari petugas, namun massa tetap berdiri teguh dengan menyuarakan tuntutan mereka. Aksi ini menjadi simbol ketidakpuasan terhadap kebijakan pendidikan yang dianggap tidak progresif dan minim dukungan infrastruktur.

Tuntutan utama meliputi penambahan dana untuk sekolah negeri, penambahan tenaga pengajar, dan penataan ulang fasilitas yang sudah rusak. Para peserta menekankan bahwa kondisi ruang kelas yang padat dan bangunan sekolah yang memburuk telah mengganggu proses belajar. Mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

Demonstrasi di Italia merupakan bagian dari gelombang protes yang meluas di Eropa, termasuk Prancis, di mana pelajar sekolah menengah telah menggelar aksi berkelanjutan selama beberapa pekan. Di sana, aksi serupa dilakukan dengan memblokir akses ke sekolah sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah. Kedua negara menjadi pusat perhatian karena menunjukkan eskalasi kekecewaan generasi muda terhadap sistem pendidikan yang dianggap terabaikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya