OJK Soroti Ancaman Deepfake dalam Investasi Saham
OJK memperingatkan masyarakat soal modus penipuan investasi berbasis AI dan deepfake yang meniru tokoh publik untuk menarik minat investor secara menyesatkan.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 29x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan publik untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penipuan di pasar modal yang kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, termasuk deepfake. Teknologi tersebut mampu menciptakan video dan rekaman suara palsu yang sangat menyerupai tokoh publik maupun profesional keuangan, dengan tujuan mempromosikan instrumen investasi tertentu secara menyesatkan. Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek OJK menegaskan bahwa meski perkembangan digital memudahkan akses informasi, hal ini juga membuka celah bagi pelaku kejahatan digital yang menggunakan kecanggihan teknologi untuk menipu.
Modus baru ini tidak hanya mengandalkan rekaman palsu, tetapi juga memanfaatkan identitas lembaga keuangan resmi secara ilegal untuk menawarkan produk dengan janji imbal hasil tinggi tanpa risiko. Edi menekankan pentingnya kritis terhadap informasi yang beredar melalui media sosial dan aplikasi pesan, terutama yang menawarkan keuntungan instan. Ia menyarankan masyarakat untuk selalu memverifikasi legalitas pihak yang menawarkan investasi, memahami risiko produk, serta menghindari keputusan berdasarkan iming-iming keuntungan yang tidak realistis.
Dalam menjaga keamanan data pribadi, OJK menegaskan bahwa tidak ada alasan yang sah untuk menyerahkan kata sandi, PIN, atau kode OTP kepada siapa pun. Pelanggaran ini bisa menjadi pintu masuk bagi penipuan yang berakibat kerugian finansial besar. Untuk itu, OJK mengajak masyarakat membiasakan tiga prinsip dasar: memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya, memahami produk sebelum berinvestasi, dan memastikan tujuan serta keabsahan transaksi sebelum melakukan transfer dana.
Edi juga menekankan bahwa investasi bukan tentang mengejar kekayaan cepat, melainkan proses jangka panjang dalam membangun kesejahteraan finansial yang stabil. Investor perlu memahami bisnis perusahaan, kondisi keuangan, dan prospeknya sebelum membeli saham, bukan hanya berdasarkan tren di media sosial atau tekanan psikologis seperti FOMO. Kecerdasan investasi terletak pada kemampuan membuat keputusan mandiri berdasarkan pengetahuan dasar, bukan keahlian teknis.
Ketahanan investasi, menurutnya, dibangun dari disiplin, pengelolaan emosi, dan perencanaan yang matang. Investor yang tangguh bukan yang tidak pernah rugi, melainkan yang mampu bertahan saat pasar turun dan tetap menjaga konsistensi dalam strategi. Untuk itu, perlu adanya tujuan jelas, dana darurat, diversifikasi aset, serta penyesuaian keputusan dengan profil risiko dan kemampuan finansial. Kesadaran akan risiko adalah fondasi utama dari investasi yang berkelanjutan dan sehat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

