Pemerintah Siap Produksi Bensin dari Batu Bara
Pemerintah berencana mengembangkan bensin berbahan baku batu bara untuk tingkatkan kemandirian energi nasional, menyusul keberhasilan program B50 berbasis kelapa sawit.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperluas inovasi energi dalam negeri dengan mempertimbangkan produksi bensin dari batu bara sebagai alternatif strategis. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan global dalam pasokan energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional yang sebelumnya telah terbukti melalui keberhasilan program bahan bakar berbasis kelapa sawit.
Pencapaian kemandirian solar sejak 1 Juli 2026, yang didukung penerapan B50, menjadi bukti nyata bahwa sumber daya alam lokal mampu memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Presiden menegaskan bahwa hasil tersebut tidak lepas dari riset dan inovasi yang dilakukan oleh akademisi, khususnya dari fakultas teknik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Ia menekankan bahwa kemampuan menghasilkan solar dari kelapa sawit telah menunjukkan potensi besar dalam memanfaatkan sumber daya dalam negeri. "Dari kelapa sawit, kita sudah mampu menciptakan solar sendiri, bahkan bensin dari bahan tersebut. Kini, kita juga akan kembangkan bensin dari batu bara," ujar Presiden dalam acara syukuran di Jawa Timur.
Kebijakan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengurangi risiko ketergantungan pada impor, terlebih dalam kondisi pasar global yang tidak menentu. Dengan adanya ketidakpastian pasokan, bahkan negara dengan kapasitas finansial tinggi bisa mengalami kelangkaan energi. Oleh karena itu, membangun produksi dalam negeri menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas energi.
Pemerintah kini akan melanjutkan upaya pengembangan bahan bakar dari berbagai sumber daya alam domestik, termasuk batu bara, sebagai bagian dari komitmen menciptakan sistem energi yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis teknologi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Freeport Tuntaskan Rp25 Triliun untuk Pengembangan Tambang Kucing Liar
PT Freeport Indonesia telah mengalokasikan Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar, yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
19 September 2026

Pengelolaan Mineral Harus Dorong Nilai Tambah Nasional
Anggota Komisi XII DPR menekankan pentingnya hilirisasi mineral untuk ciptakan lapangan kerja, tingkatkan penerimaan negara, dan wujudkan kesejahteraan rakyat.
19 September 2026

LiuGong Perkenalkan F-Series Excavator untuk Dukung Pertambangan di Sulawesi
LiuGong meluncurkan seri F-Series excavator di Makassar, menawarkan solusi alat berat dengan efisiensi bahan bakar hingga 16 persen dan peningkatan produktivitas 15 persen untuk mendukung industri pertambangan di Sulawesi.
18 September 2026
Bupati Bombana Dorong Hilirisasi Pertanian Lewat Kerja Sama Unhas
Kerja sama strategis antara Pemkab Bombana dan Unhas diwujudkan melalui program agrominapolitan untuk tingkatkan nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi.
18 September 2026
Berita Lainnya

Kopi Hitam atau Kopi Susu, Mana yang Lebih Ramah Asam Lambung?
Minggu, 20 September 2026, 12.30 WITA

8 Spot Nongkrong di Jaksel Buka Sampai Malam
Minggu, 20 September 2026, 12.27 WITA

Backpacker India Ditahan Taliban Saat Solo Travel ke Afghanistan
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Skin Booster 'Kulit Mayat' Dibantah Bukan Produk Estetika Biasa
Minggu, 20 September 2026, 12.17 WITA

Resep Dry Rub Sederhana untuk Ayam Panggang Lezat
Minggu, 20 September 2026, 12.16 WITA

Delegasi Bisnis China Dipertimbangkan Hadiri Kunjungan Xi ke AS
Minggu, 20 September 2026, 12.14 WITA

Google Akui Gemini Lakukan Akses Ilegal ke Sistem Perusahaan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

Gemini Google Sukses Bobol Situs Web dalam Uji Keamanan
Minggu, 20 September 2026, 12.06 WITA

