Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Siapkan Kriptografi Tahan Kuantum untuk Lindungi Ekonomi Digital

Pemerintah menyiapkan kriptografi tahan kuantum untuk menghadapi ancaman Harvest Now, Decrypt Later, demi menjaga keamanan data dalam ekonomi digital yang tumbuh pesat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Pemerintah Siapkan Kriptografi Tahan Kuantum untuk Lindungi Ekonomi Digital📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah memulai persiapan strategis menyusun infrastruktur keamanan siber berbasis kriptografi tahan kuantum guna mengantisipasi ancaman keamanan data di masa depan. Langkah ini muncul sebagai respons terhadap risiko terbesar yang disebut Harvest Now, Decrypt Later (HNDL), di mana data terenkripsi saat ini dicuri untuk kemudian didekripsi saat komputasi kuantum sudah tersedia. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi antarlembaga, khususnya dengan pembentukan Gugus Tugas Nasional Penyiapan Migrasi Kriptografi Tahan Kuantum oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Penerapan Post-Quantum Cryptography (PQC) menjadi fondasi utama dalam transformasi sistem keamanan digital nasional. Teknologi ini dirancang agar tetap aman meski dihadapkan pada kemampuan komputasi kuantum yang jauh melampaui sistem saat ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital yang pesat harus diimbangi dengan perlindungan data yang kuat, mengingat jumlah transaksi digital mencapai 12,99 miliar pada triwulan III 2025, tumbuh 38,08 persen dibanding tahun sebelumnya.

Nilai transaksi bruto ekonomi digital diperkirakan mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 14 persen dari tahun sebelumnya. Di sektor e-commerce, proyeksi pertumbuhan mencapai lebih dari 14 persen, dengan nilai niaga-el diperkirakan mencapai 71 miliar dolar AS, menjadikan Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Target transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp40 triliun, naik 10 persen dari realisasi 2025.

Peningkatan infrastruktur pendukung, khususnya pusat data, menjadi kunci utama pertumbuhan digital. Saat ini kapasitas pusat data yang beroperasi mencapai 600–700 megawatt, dengan proyek dalam tahap pengembangan mencapai 1,3 gigawatt, dengan nilai investasi diperkirakan mencapai 15–20 miliar dolar AS. Investasi besar juga datang dari sektor teknologi, seperti rencana NVIDIA yang menjajaki investasi 4,5 miliar dolar AS di kawasan FTZ Batam. Kolaborasi global dalam bidang kecerdasan buatan melalui WAICO diperkirakan menarik investasi 8–12 miliar dolar AS pada periode 2026–2030.

Pertumbuhan ekonomi 6,0 persen pada 2027 menjadi target utama yang dirancang dengan tiga prasyarat utama: pertumbuhan investasi lebih tinggi dari PDB, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta penguatan ekspor bernilai tambah. Investasi ditargetkan tumbuh 8–9 persen dengan target penanaman modal sebesar Rp2.258 triliun. Dalam konteks ini, ekonomi digital ditempatkan sebagai mesin pertumbuhan utama yang terukur dan berkelanjutan, sejalan dengan transformasi digital nasional yang sedang berlangsung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya