Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penataan Terpadu Anak Kali Krukut Dimulai Tanpa Penggusuran

Pemprov DKI Jakarta mulai penataan kawasan Anak Kali Krukut sepanjang 2,3 km dengan fokus pada turap, MCK komunal, dan penghijauan tanpa penggusuran warga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 12.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penataan Terpadu Anak Kali Krukut Dimulai Tanpa Penggusuran📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melanjutkan langkah strategis dalam penataan kawasan Anak Kali Krukut, yang kini dikembangkan sebagai area terpadu selama 2,3 kilometer di wilayah Tanah Abang. Keputusan ini diambil setelah Gubernur Pramono Anung menilai bahwa penanganan hanya sebatas pengerukan lumpur tidak lagi cukup efektif. Penataan menyeluruh mencakup pembangunan turap, perbaikan fasilitas MCK komunal, serta penanaman vegetasi di sepanjang bantaran sungai, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Penekanan khusus diberikan pada perlindungan terhadap masyarakat yang telah lama menetap dan menggantungkan hidup dari kawasan tersebut. Pramono menegaskan bahwa tidak akan ada penggusuran, melainkan upaya memperbaiki infrastruktur pendukung agar kondisi kehidupan lebih layak. “Kami tidak akan mengusir warga. Yang kita lakukan adalah merapikan fasilitas dasar seperti MCK agar lebih bersih dan nyaman, sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat tanpa kehilangan tempat tinggal,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Rencana teknis penataan kini sedang disiapkan oleh Dinas Sumber Daya Air DKI dan akan dipresentasikan dalam pekan depan. Pekerjaan fisik ditargetkan dimulai awal 2027, dengan penyelesaian pada 2028. Proses ini juga melibatkan penyesuaian regulasi jika diperlukan, termasuk penetapan lokasi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan. Target akhirnya bukan hanya memperbaiki kondisi sungai, tetapi juga menata kawasan secara berkelanjutan.

Pengerukan sedimentasi masih berlangsung di lima segmen, dengan progres terjauh di Segmen 1C, mencapai 376 meter dari total 390 meter, mengangkut sekitar 2.494,2 meter kubik material. Di Segmen 1B, pengerukan telah menjangkau 91 meter dari 345 meter, sementara Segmen 1A belum dilakukan karena masih terdapat bangunan yang perlu ditata terlebih dahulu. Di Segmen 2 dan 3, pelaksanaan masih dalam tahap perencanaan akibat keterbatasan akses alat berat dan area pemuatan.

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai dengan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. “Perbaikan akan sia-sia jika masyarakat tetap membuang sampah ke sungai. Kita butuh kesadaran kolektif agar sungai tidak kembali tersumbat,” tegasnya. Upaya ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya