Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengendali ARKO Beli Saham Secara Massal di Rp2.148

Direktur dan komisaris ARKO melakukan pembelian saham senilai Rp1,2 miliar dengan harga rata-rata Rp2.148 per lembar, sejalan dengan strategi ekspansi di sektor energi surya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 106x dibuka
Pengendali ARKO Beli Saham Secara Massal di Rp2.148📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada periode 13 hingga 16 Oktober 2026, dua tokoh utama di PT Arkora Hydro (ARKO), yakni Aldo Henry Artoko dan Arya Pradana Setiadharma, melakukan pembelian saham secara bersamaan dengan total 549.000 lembar saham. Transaksi ini dilakukan dengan harga rata-rata Rp2.148 per saham, menghasilkan nilai total sebesar Rp1,2 miliar. Kepemilikan saham keduanya setelah transaksi masing-masing mencapai 0,19% dan 0,07%, menunjukkan keterlibatan aktif dalam struktur kepemilikan perusahaan.

Pembelian saham ini dilakukan dalam konteks perluasan portofolio bisnis ARKO ke sektor energi terbarukan. Sebelumnya, emiten yang bergerak di bidang energi ini telah menyelesaikan akuisisi 99,9 persen saham PT Endorshine Energy Solutions, perusahaan yang mengelola dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Batam dan Bintan, Kepulauan Riau. Akuisisi ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui surat nomor AHU-AH.01.09-0393673 yang diterima oleh perseroan pada 24 Agustus 2026.

Sejak itu, Endorshine secara hukum beroperasi di bawah PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), anak usaha ARKO yang didirikan khusus untuk mengelola aset PLTS hasil akuisisi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Tanah Air. Presiden Direktur ARKO, Aldo Artoko, menegaskan bahwa akuisisi tersebut merupakan bentuk komitmen jangka panjang terhadap transformasi energi nasional.

Dengan pengambilalihan aset Endorshine, ARKO kini secara resmi mengelola dua fasilitas PLTS dengan kapasitas terpasang total 21,3 megawatt puncak (MWp). Fasilitas di Bintan memiliki kapasitas 10,27 MWp, sedangkan di Batam berada pada level 11,05 MWp. Seluruh proses akuisisi telah memenuhi seluruh syarat pendahuluan (conditions precedent), sehingga transaksi dinyatakan selesai tanpa perlu proses tambahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya