Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Perbedaan Gaya Komunikasi Z dan Milenial Dibentuk Era Teknologi

Perbedaan gaya komunikasi antara Generasi Z dan Milenial tercermin dari pengalaman tumbuh di masa peralihan digital, yang memengaruhi pemilihan bahasa dan cara berinteraksi secara profesional maupun informal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Perbedaan Gaya Komunikasi Z dan Milenial Dibentuk Era Teknologi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Generasi Z tumbuh di lingkungan digital yang sudah mapan, sehingga cenderung menggunakan bahasa yang langsung, ringkas, dan penuh dengan istilah khas media sosial. Gaya ini mencerminkan keterbiasaan berinteraksi dalam ekosistem digital sejak usia dini, di mana bahasa gaul dan singkatan menjadi alat komunikasi utama. Di sisi lain, Generasi Milenial, yang hidup di masa transisi antara era analog dan digital, menunjukkan pendekatan yang lebih konservatif, terutama dalam konteks formal. Mereka lebih memilih struktur bahasa yang terstruktur, mempertahankan norma komunikasi yang sudah ada, dan tetap menghargai formalitas dalam interaksi profesional.

Perbedaan ini tidak muncul secara acak, melainkan merupakan hasil dari pengalaman beradaptasi dengan teknologi yang berbeda. Studi Fatima Jihan (2024) menunjukkan bahwa Gen Z lebih terpengaruh oleh budaya global yang dipengaruhi platform digital, sehingga membentuk praktik linguistik yang dinamis dan kontekstual. Sebaliknya, Milenial mengalami transformasi teknologi secara bertahap, yang membuat mereka lebih selektif dalam menerima perubahan gaya bahasa. Mereka tetap mempertahankan struktur komunikasi yang dianggap sopan dan baku, meski telah terpapar teknologi digital.

Dalam dunia kerja, perbedaan ini menjadi jelas. Gen Z lebih sering menggunakan singkatan seperti "thx" atau "np" dalam pesan, sementara Milenial cenderung memilih bentuk yang lebih formal, seperti "terima kasih" atau "sama-sama". Fenomena ini tidak hanya soal pilihan kata, tetapi juga mencerminkan perbedaan dalam pemahaman terhadap konteks sosial dan norma budaya kerja. Penelitian Aileen Dieu dari UCLA (2024) mengungkap bahwa meskipun kedua generasi menggunakan bahasa gaul, ada kesenjangan dalam pemahaman makna tertentu, terutama istilah yang terkait erat dengan budaya internet.

Ketidakpahaman ini sering muncul dalam interaksi lintasgenerasi, terutama saat Milenial mencoba memahami lelucon, singkatan, atau tren bahasa yang sedang populer di platform digital yang dominan oleh Gen Z. Banyak dari mereka yang menanyakan makna dari ungkapan atau meme yang sudah umum, menunjukkan adanya kesenjangan semantik. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran budaya komunikasi yang berbeda, bukan hanya dalam kata, tetapi juga dalam konteks dan latar belakang pengalaman.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya