Pendidikan Inklusif Jadi Fondasi Madrasah di Tengah Tantangan Modern
Komisi VIII DPR bersama Kemenag dan UIN Raden Mas Said tekankan pentingnya pendidikan inklusif di madrasah untuk hadapi perundungan, AI, dan kompleksitas pendidikan modern.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Komisi VIII DPR menggandeng Kementerian Agama dan Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta dalam forum Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) di Klaten untuk membahas penguatan sistem pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Acara yang berlangsung pada 4 Oktober 2026 menekankan perlunya respons terhadap tantangan yang semakin kompleks, termasuk perundungan, transformasi digital, dan integrasi teknologi kecerdasan buatan dalam proses belajar mengajar.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko menegaskan bahwa madrasah tidak berbeda dalam tantangan dari pendidikan umum, meskipun berbeda dalam konteks keislaman. Ia menyebut bahwa isu inklusivitas, penggunaan aplikasi berbasis AI, serta praktik perundungan harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di lingkungan Kemenag ditentukan oleh kemampuan institusi untuk merespons dinamika sosial dan teknologi secara proporsional.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, diperlukan peningkatan kapasitas guru, pemerataan akses pendidikan, penguatan karakter berbasis nilai agama, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Singgih menekankan bahwa pendidikan di madrasah tetap harus selaras dengan tujuan nasional, yakni mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri, serta memiliki semangat demokrasi dan tanggung jawab sosial.
Tujuan akhir dari pendidikan di lingkungan Kemenag, menurut Singgih, adalah membentuk insan kamil—manusia seutuhnya yang seimbang dalam aspek intelektual, emosional, spiritual, dan sosial. Dengan pendekatan inklusif, madrasah diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang inklusif, aman, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Said Aqil Janji Berikan Nasihat Objektif ke Prabowo
Said Aqil Siroj menegaskan akan menyampaikan pertimbangan jujur, objektif, dan konstruktif kepada Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas sebagai anggota Wantimpres.
4 Oktober 2026

DPR Siap Sahkan RUU Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data Nasional
DPR RI menargetkan pengesahan RUU Satu Data Indonesia dalam sidang paripurna mendatang, dengan pembentukan Badan Satu Data Indonesia sebagai wadah koordinasi dan pengelolaan data nasional secara terpadu.
4 Oktober 2026

Sarmuji Resmi Jabat Menteri Perindustrian, Janji Lanjutkan Reformasi
Muhammad Sarmuji dilantik sebagai menteri perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan komitmen melanjutkan program prioritas dan memperkuat sektor industri sebagai motor ekonomi nasional.
3 Oktober 2026

Kemenhub Wajibkan Direksi Angkutan Umum Sertifikasi Keselamatan
Kemenhub akan mewajibkan direksi perusahaan angkutan umum memiliki sertifikat SMK PAU mulai Oktober, sebagai respons atas temuan ketidakpahaman manajemen terhadap standar keselamatan.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Kopilot Flydubai Diduga Lakukan Upaya Teror di Udara
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.30 WITA

88 Perwira Polri Dimutasi Sehari Usai Kapolri Dilantik
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.29 WITA

Rotasi Jabatan Strategis di Polda Metro Jaya
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.28 WITA

Kapolri Ingatkan Pejabat Baru Prioritaskan Adaptasi dan Pelayanan Maksimal
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.28 WITA

China Hentikan Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Melonjak
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.28 WITA

Kapolri Gelar Mutasi Besar-besaran, 88 Pejabat Naik Jabatan
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

Kapolri Mutasi Besar, 88 Perwira Menengah dan Tinggi Dipindah Tugas
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

19 Kapolda Diganti dalam Mutasi Besar Polri
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

