Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi respons strategis terhadap tantangan global dan komitmen transformasi energi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sebagai bagian dari rencana strategis pemerintah dalam menjawab dinamika ekonomi dan geopolitik global. Keputusan ini diambil sebagai langkah komprehensif untuk mempercepat transformasi sistem energi nasional menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan, sejalan dengan komitmen internasional seperti Paris Agreement.
Bahlil Lahadalia, yang ditunjuk sebagai koordinator sekaligus menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menegaskan bahwa pembentukan kementerian koordinasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk respons nyata terhadap tekanan global terhadap transisi energi. Ia menekankan bahwa perubahan sistem energi harus dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan mampu mencapai target yang ditetapkan oleh presiden.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Bahlil menyampaikan bahwa tugas yang diemban merupakan bentuk panggilan kebangsaan dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang. Ia menegaskan kesiapan untuk menjalankan dua peran strategis secara optimal, meski mengakui masih perlu melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap struktur dan kewenangan yang tercakup dalam Peraturan Presiden terkait.
Pembentukan Kemenko ini ditegaskan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026, yang mengatur perubahan struktur kabinet dalam periode 2024–2029. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor guna mewujudkan visi energi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kemenko Baru Dorong Akselerasi Transisi Energi dan Hilirisasi
Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan mempercepat realisasi PLTS 100 GWp dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi optimalisasi nilai tambah industri.
3 Oktober 2026

50 Tambang Nikel di Sultra Terancam Denda Rp80,19 Triliun
Sebanyak 50 perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara tercatat berpotensi dikenai denda administratif senilai Rp80,19 triliun akibat operasi di kawasan hutan tanpa izin, dengan sebagian besar masih menunggak pembayaran.
3 Oktober 2026

Sinergi Hilirisasi dan Perindustrian Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kolaborasi antara koordinasi hilirisasi dan penguatan industri diharapkan jadi pilar utama pencapaian visi ekonomi Presiden Prabowo, dengan fokus pada nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian produksi nasional.
3 Oktober 2026

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Aturan baru dari Kementerian ESDM membatasi penggunaan anak perusahaan atau afiliasi dalam jasa pertambangan, kecuali untuk proyek strategis nasional dan kebutuhan dalam negeri.
30 September 2026
Berita Lainnya

Anthropic Soroti Risiko Eksistensial AI dalam Dokumen IPO
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Pemerintah Perbarui Standar Emas untuk Fasilitas PPN Perhiasan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Menkeu Kenang Langkah Tegas Seda Atasi Hiperinflasi 650 Persen
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Percepatan 6 Program Prioritas di KKP dengan Kepemimpinan Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Semua Pengambil Keputusan Pro-Growth, Tekankan Keseimbangan Fiskal
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Livin' by Mandiri Capai 42,1 Juta Pengguna dalam Lima Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Inflasi September 2026 Dipicu Cabai, Ayam, dan Kenaikan BBM Non-Subsidi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

IHSG Diproyeksikan Melemah Jelang Penutupan Pekan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

