Kemenko Baru Dorong Akselerasi Transisi Energi dan Hilirisasi
Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi diharapkan mempercepat realisasi PLTS 100 GWp dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi optimalisasi nilai tambah industri.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pembentukan Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi menjadi langkah strategis yang disambut positif oleh para pakar kebijakan energi. Dengan kepemimpinan Bahlil Lahadalia, kementerian ini dinilai memiliki potensi besar dalam mempercepat transformasi sistem energi nasional dan mendorong pengembangan industri berbasis sumber daya alam terbarukan. Fokus utamanya adalah menyelaraskan kebijakan antarlembaga guna mengatasi hambatan struktural yang selama ini menghambat proyek strategis.
Salah satu prioritas utama adalah pencapaian target pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt peak (GWp). Untuk menunjang capaian ini, diperlukan sinergi antara perencanaan energi, tata ruang, infrastruktur jaringan listrik, serta ketersediaan lahan dan pembiayaan. Berdasarkan analisis, delapan kawasan industri prioritas berpotensi menyerap energi bersih mencapai 24 hingga 31 terawatt-hour per tahun, setara dengan kapasitas PLTS 8 hingga 13 GW—sekitar 8–13 persen dari target nasional. Namun, realisasi potensi ini masih terkendala oleh keterlambatan penyelesaian administrasi dan kesiapan infrastruktur.
Diperlukan kerangka koordinasi yang jelas dan mekanisme penyelesaian konflik kewenangan untuk mempercepat proyek yang terhambat. INDEF GTI menyarankan penerapan konsep Renewable Energy Zones (REZs) sebagai pendekatan sistemik dalam menyederhanakan proses perizinan dan mempercepat pengadaan energi terbarukan. Dengan pendekatan ini, pembangunan PLTS dapat lebih terintegrasi dengan pusat-pusat konsumsi listrik, terutama di kawasan industri strategis.
Di bidang hilirisasi, kementerian baru diharapkan menjadi penggerak utama dalam menyelaraskan berbagai elemen penting seperti perizinan, pasokan bahan baku, pembangunan pabrik, akses energi, dan pasar. Ketidakselarasan antara kapasitas produksi, ketersediaan bahan baku, dan permintaan pasar saat ini menjadi tantangan utama. Selain itu, kesiapan teknologi dan sumber daya manusia juga perlu diperhatikan agar nilai tambah dalam negeri benar-benar terwujud.
Kemenko baru dianggap sebagai penentu keberhasilan strategi nasional, karena hanya melalui koordinasi lintas kementerian yang terpadu, seluruh rantai nilai hilirisasi dapat berjalan optimal. Tanpa sinergi yang kuat, risiko terjadinya keterlambatan atau pemborosan investasi tetap mengintai. Oleh karena itu, penting bagi kementerian ini untuk menetapkan target konkret, tenggat waktu, dan mekanisme eskalasi yang efektif guna menjaga momentum pembangunan energi bersih dan industri berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

50 Tambang Nikel di Sultra Terancam Denda Rp80,19 Triliun
Sebanyak 50 perusahaan tambang nikel di Sulawesi Tenggara tercatat berpotensi dikenai denda administratif senilai Rp80,19 triliun akibat operasi di kawasan hutan tanpa izin, dengan sebagian besar masih menunggak pembayaran.
3 Oktober 2026

Sinergi Hilirisasi dan Perindustrian Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kolaborasi antara koordinasi hilirisasi dan penguatan industri diharapkan jadi pilar utama pencapaian visi ekonomi Presiden Prabowo, dengan fokus pada nilai tambah, lapangan kerja, dan kemandirian produksi nasional.
3 Oktober 2026

Pemerintah Atur Penggunaan Anak Usaha Tambang untuk Dukung Ekonomi Lokal
Aturan baru dari Kementerian ESDM membatasi penggunaan anak perusahaan atau afiliasi dalam jasa pertambangan, kecuali untuk proyek strategis nasional dan kebutuhan dalam negeri.
30 September 2026

Penambang Wajib Gunakan Kontraktor Lokal, Aturan Baru Ditegaskan
Aturan baru mewajibkan penambang menggunakan kontraktor lokal dan melarang keterlibatan afiliasi tanpa persetujuan, demi memperkuat ekonomi daerah dan transparansi.
30 September 2026
Berita Lainnya

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Suahasil Belum Tetapkan Peran Spesifik Tiga Wamenkeu
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Geo Dipa Tetap di Kemenkeu untuk Dorong Ekosistem Hijau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA
Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Janji Lanjutkan Reformasi Industri
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansi, Neraca Perdagangan Surplus
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Kemenhub Jamin Tiket Pesawat Nataru 2026 Terjangkau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Dua Perempuan di Bende Berjuang Melawan Sampah demi Kebersihan Lingkungan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

