Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP

PT Geo Dipa Energi menerima PMN Rp1,3 triliun dari APBN sebagai ekuitas pendamping pinjaman ADB, sambil mempersiapkan pendanaan melalui SMV dan penerbitan obligasi untuk mendukung pembangunan pembangkit panas bumi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi menerima penyertaan modal negara senilai Rp1,3 triliun dari APBN, yang akan digunakan sebagai modal ekuitas untuk mendukung proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang sedang dalam tahap konstruksi. Dana tersebut berperan sebagai penopang pinjaman dari Asian Development Bank (ADB), memastikan keseimbangan struktur pendanaan proyek. Direktur Utama Geo Dipa, Yudistian Yunis, menegaskan bahwa PMN ini merupakan bagian dari strategi pendanaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas perusahaan dalam menopang pengembangan energi berkelanjutan.

Dalam proses pendanaan, keberadaan modal sendiri menjadi syarat penting saat mengajukan pinjaman dari lembaga keuangan internasional. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah melalui PMN menjadi kunci agar perusahaan dapat memenuhi persyaratan tersebut. Yudistian menjelaskan bahwa dana dari APBN bukan hanya sekadar bantuan, tetapi bagian dari kemitraan strategis dalam menopang transisi energi nasional. Ia menekankan bahwa pendanaan ini bersifat sementara dan akan diimbangi dengan skema pendanaan lain yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Pemerintah kini tengah menyiapkan mekanisme baru agar dana yang dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV) dapat dimanfaatkan untuk sektor energi. Skema ini diharapkan memberikan fleksibilitas dalam pendanaan proyek strategis tanpa harus terus mengandalkan APBN secara langsung. Dengan pendekatan berbasis biaya pendanaan (cost of debt), dana SMV dapat digunakan secara komersial, sehingga APBN bisa dialihkan untuk kebutuhan sosial dan infrastruktur publik yang lebih mendesak.

Sebagai alternatif, Geo Dipa juga mengkaji penerbitan obligasi sebagai bentuk creative financing. Skema ini dipilih karena tidak mengubah kepemilikan perusahaan secara keseluruhan, berbeda dengan IPO yang mengakibatkan perubahan struktur kepemilikan. Yudistian mencontohkan PLN yang telah menggunakan obligasi secara efektif, di mana perusahaan tetap berada dalam kendali internal, namun memiliki kewajiban membayar kupon kepada pemegang obligasi. Rencana ini masih dalam tahap kajian dan diproyeksikan dilaksanakan mulai tahun depan.

Dengan tiga jalur pendanaan yang disiapkan—PMN dari APBN, pendanaan melalui SMV, dan penerbitan obligasi—Geo Dipa menegaskan komitmen untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi secara berkelanjutan. Ketiga skema ini dirancang untuk saling melengkapi, memastikan keberlanjutan pembiayaan tanpa menimbulkan beban berlebihan bagi APBN.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya