Olahraga Berat Tak Otomatis Tingkatkan Risiko Kematian
Banyak yang khawatir olahraga berlebihan berbahaya, namun bukti ilmiah menunjukkan aktivitas fisik tetap menurunkan risiko kematian, meski manfaatnya menurun pada intensitas ekstrem.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Aktivitas fisik secara konsisten dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung dan stroke. Sebuah tinjauan sistematis yang mencakup 85 studi menunjukkan bahwa orang yang aktif secara rutin memiliki risiko kematian dari semua penyebab 20 hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak aktif. Manfaat ini terlihat paling signifikan ketika seseorang beralih dari gaya hidup menetap ke aktivitas fisik teratur, dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular mencapai 30 hingga 40 persen.
Temuan tersebut menggambarkan pola berbentuk kurva, di mana manfaat kesehatan meningkat secara signifikan pada tahap awal aktivitas, namun pertumbuhan manfaat menjadi lebih lambat seiring dengan peningkatan durasi dan intensitas. Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan manfaat tidak bersifat linear, sehingga mencapai tingkat aktivitas tinggi tidak selalu berarti hasil kesehatan yang jauh lebih baik dibandingkan aktivitas sedang.
Meskipun ada kekhawatiran bahwa olahraga berat secara berkelanjutan bisa berdampak negatif, penelitian terbaru yang menganalisis 14 studi jangka panjang tidak menemukan bukti kuat yang mendukung hubungan langsung antara aktivitas fisik ekstrem dan peningkatan risiko kematian. Beberapa penelitian menunjukkan adanya bentuk U dalam hubungan tersebut, namun kualitas bukti masih terbatas dan tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa olahraga intensif secara umum berbahaya. Faktor seperti usia, kondisi kesehatan, dan adaptasi tubuh tetap menjadi penentu utama.
Pedoman kesehatan global menyarankan orang dewasa melakukan 150 hingga 300 menit aktivitas aerobik sedang per minggu, atau 75 hingga 150 menit aktivitas berat, dengan tambahan latihan kekuatan minimal dua kali seminggu. Angka-angka tersebut bukan batas maksimal, melainkan titik awal optimal. Meningkatkan aktivitas di atas angka tersebut tetap memberi manfaat, meski secara marginal. Peningkatan intensitas harus dilakukan secara bertahap dan disertai istirahat yang cukup, nutrisi memadai, serta perhatian terhadap tanda-tanda kelelahan atau stres pada tubuh.
Di Indonesia, data WHO menunjukkan bahwa sekitar 19 persen orang dewasa tidak mencapai tingkat aktivitas fisik yang disarankan, sementara pada remaja usia 10 hingga 19 tahun, angka ini mencapai 50 hingga 58 persen. Ini menunjukkan bahwa tantangan utama bukanlah olahraga berlebihan, melainkan kurangnya aktivitas fisik secara umum. Oleh karena itu, langkah paling efektif untuk masyarakat adalah memulai dari aktivitas ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau pekerjaan rumah tangga, yang tetap memberi kontribusi nyata terhadap kesehatan jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Raih Medali Perak ke-11 di Asian Games Lewat Padel
Tim padel putri Indonesia meraih medali perak setelah kalah dari pasangan Jepang di final Asian Games 2026.
3 Oktober 2026

Indonesia Pecahkan Target Emas Asian Games 2026
Kontingen Indonesia berhasil melampaui target medali emas Asian Games 2026 dengan mengantongi lima emas hingga hari keenam kompetisi.
3 Oktober 2026

BRI Dorong Prestasi Atlet di Asian Games 2026 Lewat Dukungan Nyata
BRI menegaskan komitmen mendukung Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui peresmian Rumah Indonesia dan dukungan penuh untuk semangat meraih prestasi internasional.
3 Oktober 2026

BRI Perkuat Ekosistem Pariwisata Melalui Dukungan MotoGP Mandalika 2026
BRI mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata dan keberlanjutan di kawasan NTB.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Suahasil Belum Tetapkan Peran Spesifik Tiga Wamenkeu
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Geo Dipa Tetap di Kemenkeu untuk Dorong Ekosistem Hijau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA
Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Janji Lanjutkan Reformasi Industri
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansi, Neraca Perdagangan Surplus
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Kemenhub Jamin Tiket Pesawat Nataru 2026 Terjangkau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Dua Perempuan di Bende Berjuang Melawan Sampah demi Kebersihan Lingkungan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

