Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya budaya kerja terbuka dan kolaboratif setelah sertijab, dengan meminta jajaran tidak memberi penghormatan berlebihan kepada dirinya maupun keluarganya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Baru menjabat sebagai Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji langsung menekankan pentingnya budaya kerja yang inklusif dan bebas dari formalitas berlebihan. Dalam acara serah terima jabatan di Jakarta Selatan, ia menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran kementerian agar tetap menjaga komunikasi terbuka dan tidak menjadikan posisi jabatan sebagai penghalang dalam berdiskusi. Ia menegaskan bahwa penghormatan yang berlebihan justru berpotensi menciptakan jarak dan membatasi ruang kritik konstruktif yang diperlukan dalam pengambilan kebijakan.

Sarmuji mengimbau seluruh pejabat untuk berani memberi masukan, bahkan mengingatkan jika ditemukan kekeliruan dalam pelaksanaan tugas. Ia menekankan bahwa keterbukaan dan keberanian mengungkapkan pendapat adalah fondasi utama dalam menjaga kualitas kebijakan. Ia juga secara khusus menyampaikan harapan kepada istri tercintanya agar tidak diberi perlakuan istimewa, mengacu pada sikap sederhana yang ditunjukkan oleh istri mantan menteri, Loemongga Haoemasan, sebagai teladan dalam bersikap rendah hati.

Dalam kesempatan itu, Sarmuji menyapa secara personal Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR RI. Ia menyebut perubahan posisi ini sebagai bagian dari upaya membentuk tim kerja yang solid dan saling mendukung. Ia menegaskan hubungan baik yang telah terjalin sebelumnya akan diperkuat untuk mendorong sinergi dalam mengejawantahkan visi industri nasional.

Sarmuji menekankan bahwa tantangan di sektor perindustrian tidak bisa diatasi sendiri. Ia meminta dukungan penuh dari asosiasi industri, lembaga terkait, serta para senior yang kini menjabat di DPR. Ia juga menyatakan komitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah dirintis oleh pendahulunya, dengan fokus pada peluang pengembangan sektor industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Ia menegaskan bahwa pendekatan utama harus berbasis pada pencarian peluang, bukan menyerah pada kendala. “Jangan mulai dengan berpikir tentang hambatannya, tapi mari kita fokus pada peluang yang bisa dimanfaatkan,” tegasnya. Dengan semangat itu, ia meminta jajaran untuk bekerja secara kolektif, proaktif, dan terbuka, demi mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya