Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

KAI Pastikan Impor KRL Bekas Jepang Melalui Hibah, Bukan Pembelian

KAI menegaskan proses impor KRL bekas Jepang dilakukan melalui skema hibah, bukan jual beli, dengan biaya pengiriman ditanggung perusahaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
KAI Pastikan Impor KRL Bekas Jepang Melalui Hibah, Bukan Pembelian📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT KAI (Persero) secara tegas menyatakan bahwa rencana impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang tidak dilakukan melalui transaksi jual beli, melainkan skema hibah. Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area 2 KAI, Dadan Rudiansyah, menjelaskan bahwa meski tidak ada pembayaran untuk aset tersebut, KAI tetap akan menanggung biaya logistik pengiriman dari Jepang ke Indonesia. Proses ini sedang dalam tahap finalisasi terkait anggaran yang dibutuhkan untuk transportasi.

Sebelum pengiriman, KRL bekas yang telah beroperasi selama sekitar 25 tahun di Jepang akan menjalani penilaian teknis secara menyeluruh. Penilaian ini bertujuan memastikan bahwa kondisi kereta memenuhi standar keselamatan dan kelayakan operasional di Indonesia. Dadan menegaskan bahwa proses assessment harus tuntas terlebih dahulu di negara asal sebelum kereta berangkat.

Setelah tiba di Tanah Air, KRL akan menjalani uji kelayakan lebih lanjut oleh tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Uji ini mencakup pengecekan aspek keselamatan, performa teknis, dan kepatuhan terhadap standar nasional. Proses ini menjadi bagian penting dari mekanisme pengamanan sebelum KRL resmi dioperasikan.

KRL yang diimpor direncanakan beroperasi selama 10 tahun di Indonesia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa seluruh biaya yang muncul akibat impor tersebut menjadi tanggung jawab penuh KAI. Ia menekankan bahwa proyek ini merupakan inisiatif perusahaan, bukan beban anggaran negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya