Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Robot Hiburan Jepang Eksplorasi Emosi Lewat Teknologi AI

Inovasi robot hiburan di Jepang terus berkembang dengan dukungan AI, menawarkan interaksi emosional dan fungsi fungsional melalui desain yang menyerupai makhluk hidup.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
Robot Hiburan Jepang Eksplorasi Emosi Lewat Teknologi AI📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah mendorong munculnya beragam robot hiburan rumahan di Jepang, yang dirancang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga memberikan kenyamanan emosional kepada pengguna. Beberapa model kini mampu merespons sentuhan, suara, bahkan interaksi sosial secara dinamis, menyerupai perilaku hewan peliharaan. Evolusi ini dimulai sejak peluncuran Aibo oleh Sony pada 1999, yang menjadi tonggak penting dalam pengembangan robot interaktif berbasis AI.

Pada Agustus 2024, Sharp Corp. memperkenalkan Poketomo, robot miniatur berbentuk mamalia kecil yang dirancang untuk berkomunikasi secara langsung dan jujur dengan pengguna. Produk ini akan dipasarkan secara komersial mulai Desember, menambah keragaman alternatif hiburan berbasis teknologi. Sementara itu, Casio Computer Co. meluncurkan Moflin, robot peliharaan berbasis AI yang semakin menunjukkan ekspresi emosional jika sering disentuh atau dipeluk. Robot tersebut telah ditempatkan di Rumah Sakit Universitas Jikei di Tokyo sejak Februari, sebagai pendamping bagi anak-anak pasien.

Perusahaan rintisan Yukai Engineering Inc. juga turut berkontribusi dengan produk Mirumi, robot kecil yang bisa dipasang pada benda seperti tas atau pakaian. Mirumi mampu menyesuaikan gerakan kepala berdasarkan suara atau sentuhan, menciptakan interaksi yang responsif dan personal. Meski Aibo tetap menjadi ikon, model-model baru ini menunjukkan tren pergeseran dari sekadar hiburan menuju pengalaman emosional yang lebih mendalam.

Proyeksi pasar global robot hiburan di Jepang menunjukkan pertumbuhan signifikan, diperkirakan mencapai 7,37 miliar dolar AS (sekitar Rp132 triliun) pada 2032—lebih dari dua kali lipat dari angka tahun 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan adopsi AI, perubahan demografi, serta kebutuhan akan dukungan emosional di tengah masyarakat yang semakin individualis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya