Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Netanyahu Sebut Pelaku Pembajakan Pesawat Didera Radikalisasi Islam

Perdana Menteri Israel menegaskan pihaknya menyelidiki insiden pembajakan Flydubai FZ1073 dan menduga pelaku terpapar ideologi radikal Islam, sambil mengapresiasi penumpang yang mencegah aksi berbahaya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Netanyahu Sebut Pelaku Pembajakan Pesawat Didera Radikalisasi Islam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa otoritas Israel sedang melakukan penyelidikan mendalam terhadap insiden pembajakan pada penerbangan Flydubai FZ1073. Ia menekankan bahwa hasil awal menunjukkan kemungkinan besar pelaku telah mengalami proses radikalisasi berbasis ideologi Islam. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers mendesak yang digelar di Yerusalem.

Netanyahu menegaskan bahwa pihak yang diduga menjadi dalang aksi tersebut akan menghadapi konsekuensi serius, baik secara hukum maupun kebijakan keamanan. Ia menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar ancaman terhadap satu pesawat, tetapi merupakan tantangan bagi keamanan penerbangan internasional secara keseluruhan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para penumpang yang secara cepat dan tegas bertindak saat mengetahui adanya ancaman. Menurutnya, langkah spontan mereka telah mencegah potensi bencana serius, sekaligus mengingatkan pada tragedi 11 September 2001. Peran aktif penumpang dinilai sebagai faktor kunci keberhasilan mencegah kejadian lebih buruk.

Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap waspada terhadap ancaman terorisme dari berbagai arah, termasuk yang berasal dari radikalisasi di lingkungan internal maupun eksternal. Ia menekankan perlunya kerja sama internasional dalam memetakan dan mencegah upaya radikalisasi yang mengancam keselamatan penerbangan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya