Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jaksa UEA Sebut Insiden Flydubai sebagai Serangan Teroris

Jaksa Agung UEA mengonfirmasi insiden pembajakan Flydubai FZ1073 sebagai serangan teroris, menyoroti penyerangan kopilot terhadap pilot dengan kapak darurat di kokpit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Jaksa UEA Sebut Insiden Flydubai sebagai Serangan Teroris📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi menyatakan insiden penerbangan Flydubai FZ1073 sebagai aksi terorisme. Pernyataan ini disampaikan oleh Jaksa Agung UEA, Hamad Saif Al Shamsi, pada Sabtu (3/10), menjadi pengakuan pertama dari otoritas setempat yang mengklasifikasikan kejadian tersebut sebagai serangan teroris. Insiden terjadi saat pesawat beroperasi dari Dubai menuju Tel Aviv, dengan kru yang terlibat dalam peristiwa darurat di kokpit.

Kopilot yang bertanggung jawab atas insiden diketahui bernama Hammam al-Hammami, warga negara Oman. Meski identitasnya telah terungkap, pihak UEA belum merilis detail tambahan mengenai latar belakang pria tersebut. Al Shamsi menjelaskan bahwa kopilot menyerang pilot dengan kapak darurat yang biasanya disimpan untuk situasi kritis, seperti kecelakaan atau kegagalan sistem. Aksi tersebut dilakukan secara tiba-tiba di dalam kokpit saat penerbangan berlangsung.

Setelah pilot berhasil keluar dari kokpit dan membukanya, awak kabin serta penumpang turut bergerak cepat untuk mengekang pelaku. Kendali pesawat kemudian dialihkan ke pilot cadangan, yang berhasil mendarat darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius atas keamanan penerbangan di jalur internasional, terutama di rute yang melibatkan wilayah sensitif.

Investigasi masih berlangsung secara intensif di bawah kendali pihak UEA, dengan fokus pada kronologi kejadian, motif pelaku, serta keterlibatan pihak-pihak lain. Israel juga menyatakan kesiapan untuk turut serta dalam penyelidikan, termasuk menginterogasi kopilot yang terlibat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut pihaknya sedang memeriksa apakah ada pihak di balik aksi tersebut yang memiliki tujuan strategis atau politis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya