Notifikasi Tidak Cukup, Perlindungan Sisa Kuota Harus Substantif
Kementerian Komdigi menegaskan notifikasi peringatan tidak memenuhi amanat MK, dan mendorong operator seluler segera terapkan mekanisme perlindungan nyata terhadap sisa kuota pelanggan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 16x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa sistem notifikasi yang diberikan operator seluler atas masa aktif kuota internet tidak memadai sebagai bentuk perlindungan terhadap sisa kuota pelanggan. Menurut Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Denny Setiawan, notifikasi hanya berfungsi sebagai pengingat preventif, bukan solusi konkret terhadap kerugian ekonomi akibat kuota yang hangus tanpa dimanfaatkan. Ia menekankan bahwa perlindungan yang sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) harus bersifat substantif, bukan sekadar informasi.
Evaluasi terhadap tiga operator utama—XLSMART, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Telkomsel—menunjukkan masih banyak paket yang belum menerapkan mekanisme rollover atau akumulasi sisa kuota. Dari total 92 paket XLSMART, 9 di antaranya masih mengandalkan notifikasi tanpa akumulasi. Sementara IOH memiliki 71 dari 94 paket yang hanya memberikan peringatan lewat notifikasi H-7 dan H-2 sebelum berakhir. Telkomsel juga menunjukkan kondisi serupa, dengan 76 dari 95 paket hanya mengandalkan notifikasi intensif terkait sisa kuota dan masa berlaku.
Denny menegaskan bahwa keberadaan puluhan paket non-rollover tersebut belum sesuai dengan amanat MK yang menekankan perlindungan nilai ekonomi pelanggan. Ia menilai bahwa kebijakan yang hanya mengandalkan informasi tidak cukup untuk menjamin hak pelanggan atas produk yang telah dibayar. Pemerintah, kata dia, mendorong seluruh operator segera merevisi mekanisme perlindungan agar dapat menjamin penggunaan sisa kuota secara nyata, bukan hanya berupa peringatan.
Tujuan utama dari evaluasi ini adalah memastikan bahwa kebijakan perlindungan sisa kuota tidak hanya bersifat formalitas, melainkan benar-benar melindungi kepentingan ekonomi pelanggan. Kemkomdigi akan terus memantau implementasi dari seluruh operator dan mengambil langkah tegas jika ditemukan ketidakpatuhan. Dengan demikian, keberlangsungan kepercayaan publik terhadap layanan digital dapat terjaga secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sarmuji Ajak Tim Kemenperin Kerja Kolaboratif Tanpa Formalitas Berlebihan
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya budaya kerja terbuka dan kolaboratif setelah sertijab, dengan meminta jajaran tidak memberi penghormatan berlebihan kepada dirinya maupun keluarganya.
3 Oktober 2026
Sarmuji Resmi Jabat Menperin, Janji Lanjutkan Reformasi Industri
Muhammad Sarmuji dilantik sebagai menteri perindustrian oleh Presiden Prabowo Subianto, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan komitmen memperkuat sektor industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
3 Oktober 2026

Kemenhub Jamin Tiket Pesawat Nataru 2026 Terjangkau
Kemenhub menegaskan harga tiket pesawat selama Nataru 2026 tetap terjangkau berkat stimulus PPN DTP dan penyesuaian biaya operasional lainnya.
3 Oktober 2026

Menhub Dukung Ekspansi Transjakarta ke Laut dan Udara
Menteri Perhubungan mendukung rencana pengembangan Transjakarta ke sektor laut dan udara sebagai bagian dari upaya peningkatan konektivitas transportasi di Jakarta.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suahasil Belum Tetapkan Peran Spesifik Tiga Wamenkeu
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Geo Dipa Tetap di Kemenkeu untuk Dorong Ekosistem Hijau
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansi, Neraca Perdagangan Surplus
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.50 WITA

Dua Perempuan di Bende Berjuang Melawan Sampah demi Kebersihan Lingkungan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.49 WITA

Geo Dipa Siapkan Tiga Jalur Pendanaan untuk Ekspansi PLTP
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

Kemenko Baru Dorong Akselerasi Transisi Energi dan Hilirisasi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

KAI Pastikan Impor KRL Bekas Jepang Melalui Hibah, Bukan Pembelian
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.48 WITA

Verity Gagal Wujudkan Potensi Thriller Psikologis
Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.47 WITA

