Semua Pengambil Keputusan Pro-Growth, Tekankan Keseimbangan Fiskal
Seluruh pemangku kebijakan ekonomi di Indonesia, termasuk jajaran Kemenkeu, berkomitmen pada pendekatan pro-growth dengan tetap menjaga kehati-hatian fiskal.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa seluruh lembaga dan pihak yang berperan dalam pengambilan keputusan ekonomi di Tanah Air memiliki kesepahaman bersama: mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan dalam kesempatan gathering media, menanggapi pertanyaan mengenai konsistensi kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan, sejalan dengan arahan Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Menurut Juda, orientasi pro-growth bukan hanya sekadar retorika, melainkan prinsip yang dijalankan secara kolektif di semua lini kebijakan.
Kebijakan pro-growth, menurutnya, tidak hanya berfokus pada pertumbuhan semata, tetapi juga mencakup perlindungan terhadap kelompok rentan dan transformasi struktural ekonomi. Ia memberi contoh bantuan sosial yang menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat miskin. Dengan adanya bansos, konsumsi masyarakat tetap terjaga, sehingga mendorong aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Dalam konteks ini, kebijakan sosial pun menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan ekonomi.
Namun, Juda menekankan bahwa pertumbuhan tidak boleh diwujudkan dengan mengabaikan prinsip kehati-hatian fiskal. Semua kebijakan harus berada dalam batas-batas yang diatur oleh peraturan perundang-undangan, termasuk defisit anggaran yang tetap berada di bawah 3 persen dan utang pemerintah di bawah 60 persen. Saat ini, posisi utang pemerintah masih berada di bawah 40 persen, menunjukkan konsistensi dalam menjaga kesehatan fiskal.
Menurutnya, kebijakan fiskal memiliki peran sentral dalam memacu ekonomi, tetapi harus seimbang dengan prudence. Jika kondisi fiskal tidak terjaga, maka kepercayaan publik dan investor akan terganggu. “Kalau fiskal jebol, tidak ada yang mau memberi pinjaman, tidak ada yang berani investasi,” tegasnya. Keseimbangan antara pertumbuhan dan kehati-hatian menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anthropic Soroti Risiko Eksistensial AI dalam Dokumen IPO
Perusahaan pengembang AI Anthropic mengungkapkan potensi ancaman eksistensial dari teknologi buatan dalam prospektus IPO, sekaligus menyoroti ketergantungan pada kebijakan pemerintah AS.
3 Oktober 2026

Pemerintah Perbarui Standar Emas untuk Fasilitas PPN Perhiasan
Pemerintah akan menurunkan standar kadar emas dari 99,99% menjadi 99,9% agar industri perhiasan lebih mudah memanfaatkan fasilitas PPN.
3 Oktober 2026

Menkeu Kenang Langkah Tegas Seda Atasi Hiperinflasi 650 Persen
Menteri Keuangan mengenang keberhasilan Frans Seda menekan inflasi dari 650 persen menjadi 85 persen dalam dua tahun melalui kebijakan fiskal disiplin dan reformasi anggaran.
3 Oktober 2026

Livin' by Mandiri Capai 42,1 Juta Pengguna dalam Lima Tahun
Aplikasi perbankan digital Livin' by Mandiri mencatat 42,1 juta pengguna terdaftar hingga Agustus 2026, menjadi pusat utama layanan keuangan digital di Indonesia.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Percepatan 6 Program Prioritas di KKP dengan Kepemimpinan Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Inflasi September 2026 Dipicu Cabai, Ayam, dan Kenaikan BBM Non-Subsidi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

IHSG Diproyeksikan Melemah Jelang Penutupan Pekan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Sarmuji Resmi Jabat Menteri Perindustrian, Janji Lanjutkan Reformasi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kemenhub Wajibkan Direksi Angkutan Umum Sertifikasi Keselamatan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.25 WITA

Ruben Onsu Ajukan Hak Asuh Anak Lewat Pengadilan, Minta Hormati Proses Hukum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.21 WITA

Ramadhan Sosok Pegawai Bank Sultra yang Bekerja Setiap Hari Tanpa Pamrih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.13 WITA

