Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sarmuji Resmi Jabat Menteri Perindustrian, Janji Lanjutkan Reformasi

Muhammad Sarmuji dilantik sebagai menteri perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan komitmen melanjutkan program prioritas dan memperkuat sektor industri sebagai motor ekonomi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sarmuji Resmi Jabat Menteri Perindustrian, Janji Lanjutkan Reformasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Muhammad Sarmuji secara resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Kamis (1/10), menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang pengangkatan dan pemberhentian menteri dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Dalam acara serah terima jabatan di Kemenperin, Jakarta Selatan, Sarmuji menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan dan menekankan pentingnya kelancaran transisi kepemimpinan.

Ia menegaskan bahwa tugas berikutnya adalah melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun oleh pendahulunya. Sarmuji menyebut Agus Gumiwang sebagai senior di Partai Golkar serta tokoh penting dalam transformasi sektor industri selama menjabat. Ia mengapresiasi pengalaman dan kontribusi yang telah diberikan, serta berharap tetap mendapat masukan dan arahan dalam menjalankan tugas.

Dalam sambutannya, Sarmuji menekankan bahwa industri tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Ia meminta seluruh jajaran Kemenperin untuk bekerja secara kolaboratif, fokus pada peluang pengembangan, dan tidak terjebak pada hambatan. Ia menekankan pentingnya berpikir proaktif: “Jangan mulai dengan melihat kendala, tapi fokus pada peluang yang bisa dikembangkan.”

Sarmuji juga mengingatkan pentingnya budaya komunikasi terbuka dan transparan dalam lingkungan kerja. Ia meminta jajaran tidak memberikan penghormatan atau pelayanan berlebihan, karena hal itu berpotensi menciptakan jarak dalam komunikasi internal. Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif lahir dari keterbukaan dan masukan konstruktif.

Sebelum menjabat sebagai menperin, Sarmuji dikenal sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar dan pernah menjabat sebagai anggota DPR selama tiga periode. Ia memiliki rekam jejak kuat di Komisi VI, yang menangani bidang perindustrian, investasi, BUMN, dan perdagangan. Pada periode 2024–2029, ia kembali menjadi anggota Komisi VI, memperkuat basis kebijakan yang relevan dengan tugas barunya sebagai menteri perindustrian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya