Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DPR Minta Tambah Petugas Haji Perempuan untuk Pelayanan Lebih Optimal

Komisi VIII DPR menyerukan peningkatan jumlah petugas haji perempuan pada penyelenggaraan haji 2027, menyusul dominasi jemaah perempuan yang mencapai 55 persen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
DPR Minta Tambah Petugas Haji Perempuan untuk Pelayanan Lebih Optimal📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Dalam kunjungan kerja ke Medan, anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya menekankan perlunya penyesuaian komposisi petugas haji sesuai dengan kebutuhan jemaah. Ia menyampaikan bahwa dari total 5.913 jemaah haji asal Sumatera Utara, sekitar 3.300 di antaranya adalah perempuan, sedangkan sisanya laki-laki. Kondisi ini menjadi dasar utama atas rekomendasi penambahan tenaga perempuan dalam tim pendamping ibadah haji.

Atalia menyoroti ketidakseimbangan antara jumlah jemaah perempuan dan petugas perempuan yang saat ini hanya mencapai sekitar 33 persen dari total petugas. Dalam penyelenggaraan haji 2026, proporsi jemaah perempuan telah mencapai 55 persen, menunjukkan tren dominasi gender yang signifikan. Ia menilai hal ini harus direspons dengan peningkatan jumlah petugas perempuan guna memastikan pendampingan yang lebih memadai dan sensitif terhadap kebutuhan khusus jemaah wanita.

Peningkatan jumlah petugas perempuan dinilai penting untuk mendukung kenyamanan, privasi, dan akses terhadap layanan khusus selama masa ibadah, terutama dalam kegiatan seperti shalat, wukuf, dan perjalanan ke tempat-tempat suci. Atalia menegaskan bahwa pendampingan yang memadai harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan haji, terutama dalam konteks keterlibatan perempuan yang kini mendominasi jumlah jemaah.

Usulan tersebut disampaikan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendampingan haji, yang diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dalam penataan petugas untuk tahun 1448 H atau 2027. Tujuannya adalah menciptakan pengalaman ibadah yang lebih terjamin, inklusif, dan sesuai dengan realitas demografi jemaah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya