Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

California Resmikan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Libur Nasional

California menetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur resmi bagi pekerja dan pelajar, mengakui keberagaman budaya dan keimanan komunitas Muslim terbesar di negara bagian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
California Resmikan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Libur Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - California secara resmi mengakui Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur resmi bagi seluruh warganya, setelah Gubernur Gavin Newsom menandatangani undang-undang AB 2017 pada 10 September. Keputusan ini memungkinkan pekerja beragama Islam untuk mengambil cuti berbayar tanpa harus mengorbankan hak istirahat saat merayakan dua hari besar keagamaan tersebut. Keberlakuan hukum ini menandai langkah signifikan dalam pengakuan terhadap keragaman keberagamaan di negara bagian yang memiliki komunitas Muslim terbesar di Amerika Serikat, kecuali New York.

Dalam pernyataan resmi, anggota Majelis Negara Bagian Matt Haney menekankan pentingnya menghargai tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat California. Menurutnya, pengakuan hukum atas Idul Fitri dan Idul Adha merupakan bentuk penghormatan terhadap komunitas Muslim yang dinamis dan berkontribusi signifikan terhadap kekayaan budaya negara bagian. Pengakuan ini juga dimaksudkan untuk memastikan semua warga dapat merayakan hari libur bersama keluarga tanpa harus menghadapi tekanan pekerjaan atau sistem pendidikan yang kaku.

Ketua Komisi California, Jason Paguio, menegaskan bahwa AB 2017 mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan publik yang inklusif. Dengan mengakui dua hari raya keagamaan tersebut, pemerintah menunjukkan bahwa lembaga negara harus mencerminkan keragaman yang mereka layani. Kebijakan ini memberikan kerangka praktis bagi sekolah, instansi pemerintah, dan tempat kerja publik untuk menyelaraskan kebijakan libur dengan kebutuhan keagamaan masyarakat.

Berdasarkan data Sensus Agama AS tahun 2020, California memiliki sekitar 504.056 penduduk Muslim, menjadikannya negara bagian dengan jumlah terbesar kedua di AS setelah New York. Komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang, termasuk Asia Selatan, Asia Tenggara seperti Indonesia dan Malaysia, Timur Tengah, serta Afrika sub-Sahara. Di Los Angeles, Masjid At Thohir yang diresmikan tahun 2022 menjadi pusat kegiatan umat Islam Indonesia di wilayah tersebut, mencerminkan keberadaan yang stabil dan berkembang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya