Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Menkeu Kenang Langkah Tegas Seda Atasi Hiperinflasi 650 Persen

Menteri Keuangan mengenang keberhasilan Frans Seda menekan inflasi dari 650 persen menjadi 85 persen dalam dua tahun melalui kebijakan fiskal disiplin dan reformasi anggaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Menkeu Kenang Langkah Tegas Seda Atasi Hiperinflasi 650 Persen📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap kembali perjalanan ekonomi kritis Indonesia pada awal 1960-an saat negara terjungkal dalam gelombang hiperinflasi mencapai 650 persen. Dalam pidato di acara Memorial Lecture khusus peringatan 100 tahun Frans Seda, ia menekankan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh defisit anggaran yang tak terkendali, cadangan devisa yang habis, dan ketergantungan berlebihan pada pencetakan uang untuk menutupi pengeluaran. Pada masa itu, penerimaan negara jauh kalah dari belanja, memaksa pemerintah membiayai defisit melalui ekspansi moneter yang justru memperparah tekanan inflasi.

Frans Seda, yang menjabat Menteri Keuangan dari 1966 hingga 1968, disebut Suahasil sebagai tokoh paling menentukan dalam keluar dari krisis ekonomi itu. Ia berhasil menurunkan laju inflasi secara signifikan—dari 650 persen pada 1966 menjadi 110 persen di tahun berikutnya, lalu menyusut menjadi 85 persen pada 1968. Menurut Suahasil, keberhasilan ini lahir dari pendekatan yang seimbang: menekan pengeluaran nonprioritas, menghentikan proyek-proyek mercusuar tanpa prioritas, serta memperbaiki struktur belanja negara menjadi lebih realistis dan terukur.

Dalam perjalanan menstabilkan ekonomi, Seda juga mengambil keputusan berani, termasuk menyesuaikan harga bahan bakar minyak, yang dianggap langkah sulit namun diperlukan untuk menertibkan postur anggaran. Suahasil menilai bahwa di balik keberhasilan itu terdapat komitmen kuat untuk menjaga kredibilitas APBN sebagai alat pengelolaan fiskal yang sehat. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan rakyat harus terus dijaga, sekaligus menekankan bahwa kebijakan fiskal yang disiplin menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

Suahasil menyatakan bahwa prinsip yang dipegang Frans Seda—konsistensi, disiplin anggaran, dan keseimbangan kebijakan—masih relevan hingga kini. Ia berkomitmen untuk melanjutkan momentum tersebut dengan menjaga kredibilitas APBN melalui kebijakan yang seimbang, menghindari ekspansi fiskal berlebihan, dan tetap menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks saat ini, nilai-nilai tersebut menjadi acuan penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya