Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Diproyeksikan Melemah Jelang Penutupan Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan mengalami koreksi lebih lanjut pada Jumat, dengan area dukungan di kisaran 5.850 hingga 5.911.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Diproyeksikan Melemah Jelang Penutupan Pekan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali mengalami tekanan penurunan pada perdagangan Jumat (2/10), menyusul dinamika pasar yang belum menunjukkan tanda pemulihan signifikan. Para analis memperkirakan pergerakan indeks masih dalam fase koreksi jangka pendek, dengan potensi penurunan lebih dalam jika level kunci tidak mampu dipertahankan.

Berdasarkan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, IHSG saat ini berada pada tahap wave c dari gelombang (y), yang berarti masih berpotensi menurun menuju level 5.850 hingga 5.911. Rentang support yang diantisipasi berada di angka 5.949 dan 5.872, sementara resistensi terdekat terletak pada 6.187 hingga 6.297. Dalam pandangan ini, emiten-emiten seperti ASII, ARCI, BMRI, dan BULL disebut layak dipantau sebagai pilihan investasi jangka pendek.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyatakan bahwa penutupan IHSG di bawah angka 6.015 membuka peluang pelemahan lebih dalam, khususnya hingga mencapai level 5.850. Ia menilai momentum negatif masih kuat, terutama jika penutupan mingguan terkonfirmasi berada di bawah ambang tersebut. Dalam skenario ini, dukungan tambahan diperkirakan muncul di 5.607 dan 5.314, sementara resistensi kuat terjadi di kisaran 6.247 hingga 6.712. Rekomendasi saham dari pihak ini mencakup ICBP, MBMA, dan UNVR.

Pada perdagangan Kamis (1/10), IHSG ditutup melemah sebesar 61,63 poin atau 1,02 persen, berada di level 6.009. Total nilai transaksi mencapai Rp11,06 triliun dengan volume perdagangan mencapai 32,94 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 206 menguat, 450 terkoreksi, dan 134 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya