IHSG Diproyeksikan Melemah Jelang Penutupan Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan mengalami koreksi lebih lanjut pada Jumat, dengan area dukungan di kisaran 5.850 hingga 5.911.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali mengalami tekanan penurunan pada perdagangan Jumat (2/10), menyusul dinamika pasar yang belum menunjukkan tanda pemulihan signifikan. Para analis memperkirakan pergerakan indeks masih dalam fase koreksi jangka pendek, dengan potensi penurunan lebih dalam jika level kunci tidak mampu dipertahankan.
Berdasarkan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, IHSG saat ini berada pada tahap wave c dari gelombang (y), yang berarti masih berpotensi menurun menuju level 5.850 hingga 5.911. Rentang support yang diantisipasi berada di angka 5.949 dan 5.872, sementara resistensi terdekat terletak pada 6.187 hingga 6.297. Dalam pandangan ini, emiten-emiten seperti ASII, ARCI, BMRI, dan BULL disebut layak dipantau sebagai pilihan investasi jangka pendek.
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menyatakan bahwa penutupan IHSG di bawah angka 6.015 membuka peluang pelemahan lebih dalam, khususnya hingga mencapai level 5.850. Ia menilai momentum negatif masih kuat, terutama jika penutupan mingguan terkonfirmasi berada di bawah ambang tersebut. Dalam skenario ini, dukungan tambahan diperkirakan muncul di 5.607 dan 5.314, sementara resistensi kuat terjadi di kisaran 6.247 hingga 6.712. Rekomendasi saham dari pihak ini mencakup ICBP, MBMA, dan UNVR.
Pada perdagangan Kamis (1/10), IHSG ditutup melemah sebesar 61,63 poin atau 1,02 persen, berada di level 6.009. Total nilai transaksi mencapai Rp11,06 triliun dengan volume perdagangan mencapai 32,94 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, 206 menguat, 450 terkoreksi, dan 134 stagnan, menunjukkan dominasi tekanan jual di pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anthropic Soroti Risiko Eksistensial AI dalam Dokumen IPO
Perusahaan pengembang AI Anthropic mengungkapkan potensi ancaman eksistensial dari teknologi buatan dalam prospektus IPO, sekaligus menyoroti ketergantungan pada kebijakan pemerintah AS.
3 Oktober 2026

Pemerintah Perbarui Standar Emas untuk Fasilitas PPN Perhiasan
Pemerintah akan menurunkan standar kadar emas dari 99,99% menjadi 99,9% agar industri perhiasan lebih mudah memanfaatkan fasilitas PPN.
3 Oktober 2026

Menkeu Kenang Langkah Tegas Seda Atasi Hiperinflasi 650 Persen
Menteri Keuangan mengenang keberhasilan Frans Seda menekan inflasi dari 650 persen menjadi 85 persen dalam dua tahun melalui kebijakan fiskal disiplin dan reformasi anggaran.
3 Oktober 2026

Semua Pengambil Keputusan Pro-Growth, Tekankan Keseimbangan Fiskal
Seluruh pemangku kebijakan ekonomi di Indonesia, termasuk jajaran Kemenkeu, berkomitmen pada pendekatan pro-growth dengan tetap menjaga kehati-hatian fiskal.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Percepatan 6 Program Prioritas di KKP dengan Kepemimpinan Baru
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.28 WITA

Livin' by Mandiri Capai 42,1 Juta Pengguna dalam Lima Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Inflasi September 2026 Dipicu Cabai, Ayam, dan Kenaikan BBM Non-Subsidi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.27 WITA

Sarmuji Resmi Jabat Menteri Perindustrian, Janji Lanjutkan Reformasi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kemenhub Wajibkan Direksi Angkutan Umum Sertifikasi Keselamatan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.25 WITA

Ruben Onsu Ajukan Hak Asuh Anak Lewat Pengadilan, Minta Hormati Proses Hukum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.21 WITA

Ramadhan Sosok Pegawai Bank Sultra yang Bekerja Setiap Hari Tanpa Pamrih
Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.13 WITA

